rss
email
twitter
facebook

Monday, June 04, 2007

So Insecure

Kenapa ya setiap orang itu cenderung untuk tidak puas dengan apa yang sudah dimilikinya? I mean, banyak orang selalu merasa bahwa rumput tetangga lebih hijau. Yah, oke, itu saya sih. Tapi, kenapa sampai ada istilah begitu kalau tidak banyak orang yang pernah merasakannya?

Melihat orang lain, rasanya saya begitu terpana dengan mereka. “Shoot, how come they became so great?” Honestly, I’m jealous. Who am I? What have I done all years? What have I earn?

Terus terang, saya sangat mengkhawatirkan masa depan saya. Apa ya yang menanti di depan dengan keadaan saya yang sekarang ini? Saya nggak tahu dengan pasti langkah apa yang harus saya ambil. Sudah cukupkan ini semua? Atau saya harus berusaha lebih keras lagi? Should I stay? Or should I leave?

Sudah sejak lama saya ingin pergi. Lama sekali. Sejak saya berkeras untuk mengerjakan skripsi. Perasaan itu semakin besar kala saya mencoba untuk kabur selama 3 minggu. Dengan egoisnya saya meninggalkan semuanya di belakang saya. Hanya peduli pada diri saya dan meminta semua orang untuk mengerti. Hanya ada saya, saya dan saya. Hahaha...see how pathetic I am?

Sayangnya, meskipun sangat ingin, saya harus menghapus keegoisan saya. Dan saya pun kembali. Untuk sesuatu yang saya tahu jauh di dalam hati saya bahwa hal itu semu. Namun saya tetap memupuk mimpi itu, berharap suatu saat itu akan menjadi kenyataan. Sambil juga menyiram pohon harapan di hati beberapa orang.

Dan sekarang, apa yang saya lakukan? Mimpi masihlah mimpi. Saya masih juga menyiram harapan, tanpa pohon harapan itu membesar sedikitpun. Dan kaki saya tetap terantai dengan ruang gerak yang tak juga membesar.

Betapapun saya ingin egois, saya nggak bisa. Saya nggak mampu. Dan kemudian saya membela diri dengan memandang penuh rasa iri dan perasaan tidak aman kepada orang lain. Menanyakan ratusan pertanyaan kepada diri sendiri yang membuat saya ingin tenggelam saja di ujung bumi, “Kenapa aku tidak seperti itu? Apa yang salah di diriku? Kapan aku bisa seperti itu? Apakah aku cukup baik? Bisakah aku bertahan?” It kills me.

Oh rite, om Bob pernah bilang bahwa blog saya ini kok isinya whining melulu. Kayaknya dia benar...

8 comments:

Anonymous said...

ga ada yang sempurna, bersyukur atas apa yang telah diberi dan bertnagung jawab atas apa yg sudah diambil. banyak hal yg memang sangat sulit untuk jangkau, itulah gunanya doktrin agama. agar kita tetap waras, ga terlalu stres mikirin hal2 yang susah kita jangkau.

pOe said...

hai, sapa ya ini? couldn't figure this out...

Anonymous said...

Memang manusia tuh kerjaannya Whining melulu kok, Put. Sepertinya aku juga begitu, tau sendiri dong .... Kita nggak akan pernah puas sebelum mendapatkan apa yang kita idam-idamkan, padahal belum tentu itu yang terbaik buat kita. Tapi betul, rumput tetanggaku emang lebih bagus daripada rumputku, hehehe.

pOe said...

i mean, saat kita mendapatkan sesuatu yang kita idamkan pun, kadang itu tidak juga membuat kita puas. yah, mungkin hanya sesaat. tapi, ketika kita melihat orang lain, kita seakan kembali mengingini apa yang orang lain miliki itu. dan apa yang sudah kita capai selama ini menjadi tidak cukup untuk memuaskan kita...

nah loh, kalau udah gitu gimana dong?

Anonymous said...

Ngeluh trusss. Wong sudah enak2 kerja di the biggest ISP di Sby (sekaligus the expensive one! Shg keinginanku buat punya dotcom dan hosting barang 50 MB tinggal angan2!!!) Tuh, aku jd ketularan ngeluh kan. Eh, btw, kok kita blm jg kenalan ya. Kliatannya Mbak masih cakep jg dari kemaren! Alamatnya mana? No. HP? Hobi? Warna favorit? Pilkada nyoblos siapa? Kalo tidur hadap mana?

bf said...

kenapa kita mesti nggak puas dengan apa yang ada di diri kita...? Karena dengan adanya ketidakpuasan itu maka kita akan berusaha mencari yang 'lebih'. Itu yang memacu kita untuk terus maju ke depan. tapi, kakehan mengeluh iku yo nggarai bosen kancane, es! hehehe... koyo' gak ono cerito liyo ae...

pOe said...

iyo..iyo...iki takkei cerito anyar...
habis ini aku bakal sering menulis lagi om bob! soalnya laptopku sudah mau balik lagi ke tangan nonanya yang manis ini.
huhuhu...i really miss my laptop... T_T

Anonymous said...

Yang namanya manusia emang gak pernah puas. Dikasi ini minta itu, dikasi itu minta ini. Dikasi kerjaan, gak puas, gak dikasi kerjaan, marah-marah. Gaji kecil kurang, gaji besar, masih kurang juga. See?? Tp ada baeknya jg kok, gak puas ma hasil kerjaan misalnya, memacu kita utk lebh baik lagi. Liat orang laen sukses, pengen sukses juga. Nah, supaya gak stress dan insecure, kenalilah potensi diri, ukur kemampuan dan keahlian. Selanjutnya set harapan yg sesuai dengan potensi diri itu tadi. Gak usah mekso. Maksa utk jadi lbh baik itu perlu, tp maksa utk sesuatu yg diluar potensi diri, itu yg sebaiknya dihindari dulu. Bener tuh si anonymus, gak ada yg sempurna dan selalu bersyukur. Niscaya, kita terhindar dari stress dan insecure yg gak perlu. Semua ada waktunya.