Jangan mengaku netter sejati kalau Anda tidak pernah mengunjungi situs Wikipedia. Jika Anda benar-benar penghobi browsing, tentunya Anda akan sangat sering menemukan Wikipedia di sela-sela pencarian Anda.
Bagi yang tidak tahu, Wikipedia adalah situs dimana Anda bisa menemukan penjelasan tentang banyak hal. Mulai dari jenis-jenis cacing yang ada di dunia sampai dengan sejarah perang dunia kedua atau bahkan perang padri di Indonesia. Sebagai gambaran, sampai 16 April 2007 lalu artikel yang ada di Wikipedia tercatat sebanyak 7.062.893 artikel yang ditulis dalam 251 bahasa.
Di Indonesia sendiri tercatat ada 57.027 artikel yang membuat negara tercinta ini menduduki peringkat keduapuluh dua artikel terbanyak. Peringkat ini juga merupakan yang paling tinggi di antara negara berkembang lainnya, mengalahkan Thailand, Vietnam, Malaysia bahkan Korea.
Artikel-artikel yang ada di Wikipedia membahas masing-masing topik dengan sangat detil, mulai arti, sejarah cara penggunaan dan semua yang berhubungan dengan topik yang Anda cari. Contohnya, jika Anda ingin mengetahui segala sesuatu tentang internet, ketikkan saja kata kunci tersebut di search box dan Anda akan mendapatkan hasil sebagai berikut :
(mahap, kok gak bisa upload gambar yaa?? anyone can help?)
See...cukup lengkap dan meyakinkan bukan? Hanya dengan mengetik satu kata, Anda mendapatkan banyak sekali informasi mengenai internet. Kelengkapan informasi inilah yang membuat banyak orang mengklaim Wikipedia sebagai sebuah ensiklopedia online yang memuat berjuta informasi. Sayangnya, tidak semua orang sepakat dengan penamaan ini. Cukup banyak pula yang membantah pernyataan tersebut dan mengatakan bahwa Wikipedia tidak lebih dari sekedar kumpulan argumen belaka.
Kontroversi ini tidak lain karena sifat Wikipedia yang terbuka bagi siapa saja Bukan hanya terbuka untuk dilihat, artikel-artikel yang terdapat di Wikipedia disusun agar dapat dibaca dan diedit (atau bahkan dihapus) oleh siapa saja. Seseorang yang bukan ahli di bidangnya pun bisa mendaftar dan berpura-pura menjadi seorang professor yang kemudian menulis artikel yang belum terbukti kebenarannya.
Seperti yang terjadi awal tahun lalu di Amerika. Seorang kontributor yang mengaku dirinya seorang professor ternyata terbukti hanyalah seorang pemuda berusia 24 tahun yang bahkan TIDAK LULUS kuliah. Hal ini tentu membuat artikel-artikel yang pernah ditulisnya patut dipertanyakan kembali.
Dua tahun yang lalu, validitas Wikipedia juga sempat tercoreng saat John Seigenthaler, seorang jurnalis, memprotes keras salah satu artikel di Wikipedia yang menyebutkan bahwa dirinya terlibat dalam pembunuhan mantan presiden Amerika, John F. Kennedy.
Tentunya hal ini menimbulkan pertanyaan di benak kita, apakah Wikipedia tidak pernah mengecek semua artikel yang ada di websitenya? Jangan salah, Wikipedia telah mendatangkan kontributor-kontributor ahli di bidangnya masing-masing untuk mereview artikel-artikel yang ada. Mereka berdebat dan mematahkan artikel-artikel yang masuk untuk membuat artikel yang berbobot dan memiliki validitas tinggi.
Namun sayangnya, jumlah pengguna Wikipedia yang membludak menghasilkan ratusan ribu perubahan dibuat setiap harinya pada artikel-artikel Wikipedia di seluruh dunia. Meskipun Wikipedia memiliki banyak moderator website dan editor terpercaya sekalipun, butuh waktu yang cukup banyak untuk mereview semua artikel yang masuk. Dan, bukan tidak mungkin pula ada artikel yang terlewatkan oleh Wikipedia.
Sebenarnya, kemungkinan ketidakakuratan artikel ini disadari sepenuhnya oleh Wikipedia. Lihat saja halaman General Disclaimer yang bertuliskan "WIKIPEDIA TIDAK MEMBERIKAN JAMINAN VALIDITAS" dan juga "HARAP DISADARI BAHWA SEMUA INFORMASI YANG ANDA TEMUKAN DI WIKIPEDIA MUNGKIN TIDAK AKURAT, MENYESATKAN, BERBAHAYA, ATAU ILEGAL." Ini berarti, kita tidak akan pernah bisa menjamin keakuratan Wikipedia. Seberapapun meyakinkannya artikel itu. Seberapapun nampak rumitnya artikel itu.
Selain tidak memberikan jaminan keakuratan, Wikipedia juga tidak dapat menjamin jati diri asli penulis semua artikel-artikel tersebut. Dalam kasus John Seigenthaler yang cukup berang karena nama baiknya dicemarkan, Wikipedia juga tidak bisa memberikan siapa yang telah menulis artikel tersebut.
Kepercayaan banyak orang akan Wikipedia membuat beberapa akademisi pendidikan kebakaran jenggot. Saat seorang dosen Middlebury College sedang memeriksa ujian akhir, ia menyadari bahwa beberapa mahasiswanya memberikan jawaban yang nyaris identik yang ternyata salah. Setelah ditelusuri, mereka sama-sama mendapatkan informasi dari sumber yang sama, Wikipedia. (The truth is, skripsi saya juga banyak dihiasi oleh artikel dari Wikipedia loh, hihihi... ;)) Ssstt...jangan bilang-bilang dosen saya ya...)
Akademisi pendidikan pun cukup terganggu dengan ketidakakuratan Wikipedia. Saat sedang memeriksa ujian akhir, seorang dosen Middlebury College menyadari bahwa beberapa mahasiswanya memberikan jawaban yang nyaris identik yang ternyata salah. Setelah ditelusuri, mereka sama-sama mendapatkan informasi dari sumber yang sama. Siapa lagi kalau bukan Wikipedia. (The truth is, skripsi saya juga banyak dihiasi oleh artikel dari Wikipedia loh, hihihi... ;)) Ssstt...jangan bilang-bilang dosen saya ya...)
Kejadian ini membuat Middlebury College melarang mahasiswa-mahasiswanya untuk mempergunakan Wikipedia sebagai sumber dalam makalah-makalah mereka. Tindakan Middlebury College ini tak lama kemudian disosialisasikan pula oleh beberapa institusi pendidikan lainnya, termasuk UCLA dan University of Pennsylvania.
Jadi, masih percaya dengan Wikipedia? Keputusan akhir sih memang ada di tangan Anda. Tidak bisa dipungkiri memang, Wikipedia adalah anugerah besar dalam dunia maya. Namun, ada baiknya Anda mempertimbangkan lagi untuk mempercayai begitu saja apa yang tertulis di dalamnya. Ada baiknya Anda melakukan cek dan ricek dari sumber-sumber lain yang lebih terpercaya. (pOe)
Note : Artikel ini dibuat untuk mengisi D~NET DNEWS edisi Mei 2007
8 Hal Penting dalam Menulis Kisah Superhero
12 hours ago





