rss
email
twitter
facebook

Monday, April 09, 2007

Dia Lupa Hal Yang Paling Penting…

Naksir sodara dari teman baikmu. Have you ever do that? Saya sih nggak pernah. Tapi, kebetulan saya pernah menjadi objek dari seseorang yang melakukannya. Alkisah, kakak saya yang kedua mempunyai seorang teman baik yang selalu setia datang ke rumah saban kakak saya pulang ke kampung kami, Malang. Saking seringnya mereka bersama, saban ia datang ke rumah kami sekeluarga selalu mengatakan, "Mas, pasangan homomu dateng tuh." (no offense buat kaum gay ya, ini sama sekali nggak bermaksud menyinggung kok.)

Ostosmastis, temen kakak saya ini sudah mengenal saya, eemm...kayaknya, sejak saya duduk di bangku SMP. Huehehehe...saya masih cupu banget tuh jaman segitu...Sayangnya, si teman ini mungkin merasa ditinggalkan sejak kakak saya jarang sekali pulang ke Malang karena kegiatannya yang katanya "super sibuk". Just between us ya, saya sih nggak sebegitu percaya bahwa dia segitu sibuknya...

Back to topic, si teman ini kadang kala juga suka menghubungi saya, meskipun hanya lewat sms. Yang akhir-akhir ini menjadi cukup intens dengan isi sms yang cukup singkat dan nggak penting sama sekali. Kalau dibalas sama singkatnya, kata-kata berbau narsis langsung muncul yang kadang membuat saya kemudian mengerutkan dahi dan langsung menaruh HP, malas untuk melanjutkan chit-chat via teks itu.

Dan betapa terkejutnya saya ketika suatu hari ia kembali mengirim sms yang pada ujungnya berkata bahwa ia kangen, bahkan suka sama saya. Cuman, saya ini kan adik dari temennya, jadi gimana dong?

So?

Hihihi…saya kepengin ketawa membaca smsnya. Terus kenapa kalau saya adik dari temennya? Menurut saya, itu bukan hal yang tabu untuk dilakukan. Toh saya juga lagi kosong, si teman ini juga lagi kosong. Bukan sesuatu yang pantas dikhawatirkan kalau seseorang itu menaksir saudara dari temennya. Sah-sah aja. Pantas-pantas aja.

Jadi, kalau ada yang pernah mengalami hal ini, nggak usah pikir dua kali deh. Justru karena sudah deket dengan kakaknya, sebenarnya hal itu menjadi lebih mudah kan? Lebih gampang pedekatenya, sang saudara juga lebih mantap karena lebih mengenal diri Anda.

Dalam kasus saya, si teman ini dengan gobloknya malah melupakan sesuatu yang sangat penting. Apakah saya juga menyukainya? Bukankah itu hal yang paling penting saat ingin menjalin hubungan?

Sayangnya, saya terpaksa membuatnya patah hati. Alasan pertama, I’m not in love with him, not even for a tiny little bit. Kedua, saya sedang jatuh cinta berat dengan kesendirian saya. Dan terus terang, berat bagi saya untuk meninggalkan cinta yang sudah bersemi ini, apalagi demi sesuatu yang saya nggak suka...

Jadi, so long my brother’s friend. I’m not meant to you, at least not now. Dan bagi semua pencinta saudara teman, jangan melupakan hal yang paling penting jika ingin menjalin sebuah hubungan khusus. Bukan status atau apapun juga yang patut kamu pertimbangkan. Dahulukan perasaan! Apakah ia menyukaimu ataukah tidak...

No comments: