Seorang kawan saat ini sedang merayakan patah hati. Lelaki yang telah menancapkan senyum di hatinya ia dapati akan melangsungkan pernikahan bulan depan. Hancurlah harapannya. Di saat ia sedang bersemangat untuk memupuk rasa. Di saat ia sedang mengumpulkan segenggam keberanian untuk mendekat.
Bukan hal yang mudah, memang, untuk mencintai. Butuh ramuan yang pas dari bahan-bahan berikut :
- Hati yang bebal. Ingat, jangan terlalu lembek. Hati yang lembek dapat menyebabkan mata mencret. Dan percayalah, penyakit mata mencret sangat tidak menggairahkan.
- 25 dus cinta
- 2 lusin keberanian
- 3 liter kenekatan
- 45 kilo kelapangan dada
- 7 roll tissue (optional)
Bahan-bahan diatas bukannya langka, namun untuk mendapatkan jumlah yang dibutuhkan dalam diri seorang manusia yang telah terdoktrin bahwa dirinya hanya layak untuk dicintai, rasanya agak sulit. Kecuali bahan terakhir ya. Yang itu mah, beli di supermarket juga dapet.
Yah, mencintai memang memiliki resikonya tersendiri. Berbeda dengan dicintai, yang menjelma pasif dalam penantian. Mencintai serupa pacuan adrenalin yang membuatmu berteriak, memaki, jantungan, mual sekaligus berseri-seri. Hehehehe... Aku menyukai adrenalin. Aku hampa tanpa adrenalin. Dan jelas, aku lebih suka mencintai daripada dicintai.
Aku begitu senang waktu ia mengabariku bahwa ia sedang berusaha untuk mendekatkan jarak antara dirinya dengan sang lelaki. Namun, beberapa saat kemudian datanglah sms dari sang kawan.
"Message Received : 20:16:39 09-01-2009
Harus nyari target baru, bos. He's gonna married next month."
Singkat, padat, dan less emotion. Aku tahu dia sedang berjuang melapangkan dadanya. Membebalkan hati. Ah kawan…
Aku tak dapat menghiburnya selain mengirimkan pesan lelucon jayuzku. Hingga beberapa saat lalu ia kembali meng-sms ku.
"Message Received : 01:27:56 10-01-2009
Poe. dah tidur yak? d'last 1 haour gw melek. Ga, ga nangis2an. Cm pas kebgn jem1 krg td, otak gw jln terus; mikir : gw pgn ngelakuin lebih dr ini. Gw pgn diakui."
Ah kawan…
Ia melakukan sesuatu yang juga dilakukan banyak orang, termasuk aku di masa lalu. Mentransformasi emosi menjadi sebentuk kekuatan untuk mewujudkan hasrat terpendamnya. Tidak ada yang salah dengan tindakan itu. Hanya kawan, aku hanya ingin mengatakan padamu, jangan lupakan rasanya mencintai. Karena suatu saat kau akan mencinta lagi. Dan kita sama-sama tahu, bahwa kita adalah penggemar berat adrenalin. ^^
Dan di akhir perbincangan kami yang berbasis teks, sang kawan menulis :
"Message Received : 01:46:11 10-01-2009
Tidur, pOe, biar kita pnya ckp tenaga utk memperjuangkan Mimpi-Mimpi kita esok..=)
'n pOe. thank u..."
Mari kita mewujudkan mimpi, kawanku! Dan mari kita sama-sama mencintai! ^_^





