rss
email
twitter
facebook

Saturday, January 10, 2009

Kau Akan Mencinta Lagi, Kawan!


 

Seorang kawan saat ini sedang merayakan patah hati. Lelaki yang telah menancapkan senyum di hatinya ia dapati akan melangsungkan pernikahan bulan depan. Hancurlah harapannya. Di saat ia sedang bersemangat untuk memupuk rasa. Di saat ia sedang mengumpulkan segenggam keberanian untuk mendekat.

Bukan hal yang mudah, memang, untuk mencintai. Butuh ramuan yang pas dari bahan-bahan berikut :

  • Hati yang bebal. Ingat, jangan terlalu lembek. Hati yang lembek dapat menyebabkan mata mencret. Dan percayalah, penyakit mata mencret sangat tidak menggairahkan.
  • 25 dus cinta
  • 2 lusin keberanian
  • 3 liter kenekatan
  • 45 kilo kelapangan dada
  • 7 roll tissue (optional)

Bahan-bahan diatas bukannya langka, namun untuk mendapatkan jumlah yang dibutuhkan dalam diri seorang manusia yang telah terdoktrin bahwa dirinya hanya layak untuk dicintai, rasanya agak sulit. Kecuali bahan terakhir ya. Yang itu mah, beli di supermarket juga dapet.

Yah, mencintai memang memiliki resikonya tersendiri. Berbeda dengan dicintai, yang menjelma pasif dalam penantian. Mencintai serupa pacuan adrenalin yang membuatmu berteriak, memaki, jantungan, mual sekaligus berseri-seri. Hehehehe... Aku menyukai adrenalin. Aku hampa tanpa adrenalin. Dan jelas, aku lebih suka mencintai daripada dicintai.

Aku begitu senang waktu ia mengabariku bahwa ia sedang berusaha untuk mendekatkan jarak antara dirinya dengan sang lelaki. Namun, beberapa saat kemudian datanglah sms dari sang kawan.

"Message Received :     20:16:39     09-01-2009

Harus nyari target baru, bos. He's gonna married next month."

Singkat, padat, dan less emotion. Aku tahu dia sedang berjuang melapangkan dadanya. Membebalkan hati. Ah kawan…

Aku tak dapat menghiburnya selain mengirimkan pesan lelucon jayuzku. Hingga beberapa saat lalu ia kembali meng-sms ku.

"Message Received :     01:27:56    10-01-2009

Poe. dah tidur yak? d'last 1 haour gw melek. Ga, ga nangis2an. Cm pas kebgn jem1 krg td, otak gw jln terus; mikir : gw pgn ngelakuin lebih dr ini. Gw pgn diakui."

Ah kawan…

Ia melakukan sesuatu yang juga dilakukan banyak orang, termasuk aku di masa lalu. Mentransformasi emosi menjadi sebentuk kekuatan untuk mewujudkan hasrat terpendamnya. Tidak ada yang salah dengan tindakan itu. Hanya kawan, aku hanya ingin mengatakan padamu, jangan lupakan rasanya mencintai. Karena suatu saat kau akan mencinta lagi. Dan kita sama-sama tahu, bahwa kita adalah penggemar berat adrenalin. ^^

Dan di akhir perbincangan kami yang berbasis teks, sang kawan menulis :

"Message Received :     01:46:11    10-01-2009

Tidur, pOe, biar kita pnya ckp tenaga utk memperjuangkan Mimpi-Mimpi kita esok..=)

'n pOe. thank u..."

Mari kita mewujudkan mimpi, kawanku! Dan mari kita sama-sama mencintai! ^_^

Kutuklah Kami Karena Kami Sedang Bersemangat…..Chatting

Ahh, hujan…

Untung aku sudah masuk ke kamar mungilku saat langit mulai menangis. Tsaaaahhh…jadi melo gini. Payah ah! Gehehehehe…

Malam ini, di ranjang sembari mengetik postingan ini, aku menyadari satu hal. Ternyata aku masih beseran ya??!!! Kukira jaman putri dan jamban itu sudah berlalu! Hah! Hari ini udah gak keitung banyaknya aku buang air kecil. Di kantor, aku bolak balik bilik toilet untuk menyalurkan hasrat "liar" itu. Sewaktu lagi hangout di fX bareng konco-konconya Fella, ada kali 5 kali aku sumbang cairan di toilet fX. Dan baru setengah jam aku nongkrong di kamar, udah 3 kali aku memutar kunci kamar untuk buang hajat. Ckckck… Ini pertanda sehat atau klep nya udah "doooll" siiihhh?? $*^&%$#&@#!%

Ok, mari kita hijrah dari topik tidak berguna ini. Yuk kita bahas sesuatu yang lebih "intelek" , sedikit… Well, tadi pagi aku melakukan satu perbuatan amoral yang melanggar komitmen organisasi yang saat ini menaungiku. What the hell lah, mau lo bilang gw gak komit juga emang gw pikirin? Eniwe, aku datang ke tempat ini tanpa harapan. Hanya curiosity aja yang menggembung di benak. Begonya, karena nggak berharap inilah aku jadi terlalu lepas dalam bersikap. Dengan bahasa inggris belepotan (jadi bener-bener mikir untuk melatih lagi conversationku, jaaaaahhh….kampret!!) aku menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dengan keautisanku. Alias nggak nyambung. Dan nggak ada jaim-jaimnya blas. Ngakak sana. Ngakak sini. Ngomong kenceng belibet cepet nggak ada titik komanya. Di akhir session, aku dipenuhi keyakinan luar biasa bahwa manusia yang berhadapan denganku itu mempertanyakan tingkat intelegensianya sendiri, kok bisa dia manggil aku. Yah, saya tidak akan mengganggu Anda. Silakan menyesali diri sendiri mbak! Gyahahahaha…

Saat kembali ke kantor, entah kenapa aku jadi dipenuhi semangat baru. Berencana mengerjakan pekerjaanku yang selama ini tertunda dengan alasan mati ide, dengan lebih fokus. Too bad, rencana tinggal rencana. Karena aku malah berceting ria bareng Fella, yang notabene cuman berjarak 5 meter dari kubikelku. Ngakak ngikik bareng sampai menjadi bahan lirikan manusia-manusia yang aku yakin sedang berjamaah mengutuki tingkah laku kami. Bego bego bego!! Dasar manusia tidak berguna!! T_T

Tapi aku jadi menyadari satu hal. Bahwa semangat bisa kamu temukan di balik hal-hal kecil yang nggak masuk akal. Dan juga bisa menghilang secepat menghilangnya kepulan asap rokok. Intinya, semangat itu hanya kamu sendirilah yang mampu mengendalikannya. Jangan terjebak dengan keinginan untuk malas. Jangan mau dikendalikan oleh mood. Katakan pada dirimu sendiri, bahwa kamu hari ini sedang bersemangat. Dan kamu akan bersemangat. Itulah kekuatan pikiran, sobat.

Jadi, hari ini aku bersemangat!

Friday, January 09, 2009

KBBI Online!!

Cuman mau ngadu....

Barusan nemu KBBI Online! Yaaayyy!! Setelah sejak dua tahun lalu mencari dan putus asa karena tak jua menemukan KBBI Online, aku berhenti mencari dan berharap. Plus lupa. =p

Tapih ternyata saudara-saudara...setelah hari ini desperado mencari arti "komitmen" untuk buletin internal kantor, aku nemu KBBI Online!!

Buat yang pengen akses juga, klik di sini.

*dancing dancing*

Aaaawww....aaaaawww....

Hidup Indonesia!!

Thursday, January 01, 2009

Hanya Ingin Bicara

Aku hanya ingin bicara. Just one decent talk. Cause we seems not getting enough talking.

I know, I am a real pain in the ass, especially your ass. I know, that I am hard to handle. I know exactly that I cost you all that trouble. But I just want to talk. So I'm asking you, please, bear the pain. Catch me and do not ever get tired of me. And the most important thing is, talk to me. Make us talk, about anything. Your day, your friends, your family, your dreams, your fears, anything.

Cause I need to listened, and I need to understand you, more. To understand myself more. To calm this voice inside my head that keeps shouting and shouting and shouting. To shut down the paranoia that start to taking over my insanity. So please, talk to me. Please.

Aku hanya ingin bicara. Hanya bicara.