rss
email
twitter
facebook

Monday, June 04, 2007

Balada Sahabat Gadungan

Orang macam apa yang melupakan ulang tahun sahabatnya sendiri?? Gosh...sudah berteman sekian lama, sok pede mengusung embel-embel sahabat, tapi nyatanya ulang tahun “sahabat” itu sendiri dilupakan. Masih pantaskah ia berkoar-koar mengenai status sahabat?

Well, sebagian orang mungkin tidak menganggap ulang tahun sebagai sesuatu yang krusial. Ulang tahun bukanlah sesuatu hal yang penting dirayakan. Alasannya, ngapain sih merayakan umur yang bertambah? Ngapain sih merayakan semakin dekatnya manusia dengan ajal? Ya maap, menurut saya hanya orang dengan pemikiran sempit yang mengungkapkan hal itu. Kalau mau mati ya mati aja. Toh, nggak ada yang tahu kapan kita mati kan.

Kalau buat saya, merayakan ultah lebih pada esensi bersyukur pada yang di Atas. Bahwa kita sudah dikasih umur sampai saat ini. Bukankah itu kemurahanNya, masak nggak disyukuri sih? Untuk itu, merayakannya bersama teman-teman dan orang terdekat nggak ada salahnya kok.

Di hari bahagia macam ultah itu, sedih nggak sih kalau orang yang kamu anggap dekat ternyata malah nggak mengingat sama sekali hari ulang tahunmu? Padahal mereka ngakunya dekat, ngakunya sahabat, suka duka bersama. Buktinya? Nonsense! Bisa dibilang saya cukup benci dengan tipe orang kayak gini. Bibirnya doang yang monyong-monyong menyuarakan segala hal muluk itu, tapi dari segi perbuatan, NOL BESAR!

Ahiks...

Lalu, enaknya diapain ya orang yang kayak gini ini? Dibakar? Disate? Atau dijadiin santapan piranha? Huhuhu...jangan dong, daging saya nggak enak kok dimakan. Keras, sekeras kepala saya!

Ehm...iya, sebenarnya orang yang nggak tahu diri itu saya sendiri...

Gimana nggak, masak saya bisa-bisanya nggak ingat sama ulang tahun Said. SAYA, yang selalu ngaku-ngaku bersahabat dengan Said dari jaman kita pertama kali berjabatan tangan di orientasi FISIP Unair. SAYA, yang ngakunya mengerti Said luar dan dalam. SAYA, yang selalu bilang bahwa saya sayang dan peduli sama makhluk yang sedang nyelesaiin skripsi itu. Tapi nyatanya, ultahnya saja SAYA lupa. Saya memang makhluk nggak berguna... Sudah, kamu nyebur ke pantai Kenjeran aja Put!

Huaaaa…..Said, maafkan daku yang telah melupakan ulang tahunmu!!!

What can I do to make it up to you??

3 comments:

Anonymous said...

walah2 pris, ngono ae yo terlalu dibesar-besarkan. lek kowe sampek kalah saingan mbek arek anyar, iku seng kudu mbok sesali :). wes talah, aku 20 taon ga ono seng ngrayakno ultahku ae, aku yo tetep urip. tapi aku seneng pas ultah kemarin, cz 4 the first time in my life, ibuku ngucapin met ultah buat aku ;-D. padahal wes 22 kali ulang tahun baru skr ibuku ngucapin met ultah, ibuku yo ga semenyesal dirimu.

pOe said...

hahaha...mosok seee??

wah, ibumu itu mau ngasi kamu semangat tuh id. dia bingung mau nggusah2 skripsimu kayak gimana lagi, makanya ibumu nyindir dengan ucapan selamat ulang tahun. huekekeke.... ^_^

Anonymous said...

Huahuahua ... memang bete sih sebenarnya kalau ada sahabat kita yang lupa sama ulang tahun kita. Itu saya rasakan pada waktu ulang tahun saya yang terakhir. Padahal paginya dia sempet telfon saya, tapi nggak nyadar dengan arah pembicaraan saya yang lumayan nyerempet, seperti "Oh cuma mau ngomong itu aja?"
Dan sampai pembicaraan selesai dan telefon ditutup dirinya pun nggak nyadar juga, sampai akhirnya kakak saya yang sms dirinya.
Dan dia minta maaf semaaf-maafnya, yah well, mungkin dia memang bukan penghafal ulang tahun yang baik. And at least akhirnya dia mengucapkan ulang tahun buat saya.
But she still my best friend anyway.