
Seorang pengusaha besar, Thomas J Watson Jr, mengatakan :
“…filosofi, semangat dan dorongan sebuah organisasi memiliki korelasi yang lebih besar terhadap pencapaian prestasi organisasi daripada sumberdaya teknis, struktur organisasi maupun keuangan. Namun, faktor-faktor tersebut juga harus didukung oleh seberapa besar kepercayaan anggota-anggota organisasi dan seberapa besar totalitas mereka untuk mengimplementasikan faktor-faktor tersebut.”
Menurut pemimpin IBM tersebut, kesuksesan sebuah organisasi sangat dipengaruhi oleh KOMITMEN, baik dari sisi organisasi maupun individual anggota organisasi tersebut. Saat ini, komitmen telah menjadi isu penting di berbagai perusahaan. Komitmen seringkali menjadi syarat utama untuk memegang jabatan/posisi tertentu. Meski demikian, banyak orang tidak memahami inti dari komitmen. Padahal, pemahaman tersebut sangatlah penting untuk menciptakan kondisi kerja yang kondusif demi mencapai kinerja perusahaan yang efektif dan efisien.
Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), komitmen diartikan sebagai “perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu, kontrak”. Terlalu sulit untuk dicerna ya? Well, dalam bahasa “pribumi”, komitmen berarti mengikat diri Anda kepada tujuan khusus atau aturan tertentu.
Dalam tataran individual, komitmen mengandung dua faktor penting. Yang pertama adalah keyakinan dan kepercayaan. Faktor kedua merujuk pada tindakan/aksi yang sejalan dengan kepercayaan yang dimiliki.
Dalam tataran organisasi, Richard M. Steers—pengajar di Universitas Oregon—mendefinisikan komitmen sebagai rasa identifikasi (kepercayaan terhadap nilai-nilai organisasi), keterlibatan (kesediaan untuk berusaha sebaik mungkin demi kepentingan organisasi) dan loyalitas (keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi yang bersangkutan) seorang anggota terhadap organisasinya.
Komitmen organisasi lebih dari sekedar keanggotaan formal, karena meliputi sikap menyukai nilai-nilai, visi dan misi dari perusahaan. Tidak hanya itu, komitmen organisasi juga mengandung makna kesediaan untuk memberikan upaya semaksimal mungkin demi mencapai tujuan perusahaan yang berakhir pada kesuksesan perusahaan tersebut.
Komitmen individu terhadap organisasi dibedakan menjadi 3, yaitu :
• Komponen affective berkaitan dengan emosional, identifikasi dan keterlibatan karyawan dalam suatu organisasi. Karyawan dengan komitmen afektif bertahan pada pekerjaannya karena keinginannya sendiri. Dengan demikian, mereka memiliki passion untuk berkontribusi secara maksimal dan mengkompakkan diri dengan tujuan perusahaan.
• Komponen normative merupakan nilai-nilai yang dianut karyawan mengenai loyalitas, kedisiplinan dan kepatuhan terhadap perusahaan. Karyawan dengan komitmen normatif akan melakukan segala sesuatu yang diperintahkan perusahaan, walau tindakan tersebut belum tentu sesuai dengan keinginan pribadinya.
• Komponen continuance merupakan persepsi karyawan mengenai kerugian (baik secara financial maupun alasan-alasan lainnya) yang akan dihadapinya jika ia meninggalkan organisasi. Komitmen ini merupakan komitmen berkelas rendah karena karyawan butuh “memperpanjang” karirnya di perusahaan dan tidak punya pilihan lain.
Komitmen manakah yang Anda miliki?






No comments:
Post a Comment