rss
email
twitter
facebook

Monday, December 29, 2008

Kasian Ya Kalian...

Apa yang salah dengan laki-laki menangis? Sebuah pantangankah? Tidak benarkah bagi seorang lelaki untuk menampakkan emosinya dalam buliran bening air mata?

Sejujurnya sih, aku juga benci menangis. Buatku, air mata adalah simbol kelemahan. Dan aku benci menjadi seorang yang nampak lemah. That is why, pada dasarnya aku benci melihat orang lain menangis juga. Tapi, aku sadar bahwa itu adalah hak asasi setiap manusia untuk menangis. Dan anehnya, kenapa kalau perempuan menangis dimaklumi (bahkan kadangkala, tangisan adalah senjata utama beberapa perempuan untuk memenangkan hati kaum pria), sedangkan kalau cowok menangis seakan dinista?

Nggg…nggak adil banget tuh. Kok kesannya menangis adalah hak milik pribadi perempuan, dan tidak bisa dinikmati laki-laki. Well, laki-laki kan juga manusia. Jadi pengen ketawa juga sih, ini nih salah satu kerugian cengkeraman budaya tentang gender, yang telah menancapkan stigma-stigmanya tentang nilai-nilai yang "seharusnya" dimiliki oleh laki-laki dan perempuan. Laki-laki adalah makhluk kuat, seorang pemimpin, yang tidak diperbolehkan untuk menampakkan kelemahannya. Karena menangis adalah symbol emosi, yang berujung pada nilai kelemahan, maka lelaki juga tidak boleh menangis.

Kasian…kasian…wahai kalian para laki-laki. Kalian terkungkung dalam raga yang tidak bebas beremosi.

1 comment:

Anonymous said...

Hmmm... susah juga ya jadi lelaki, kalo mau mengungkapkan emosinya ntar dikira lelaki apaan. Hihih..