Seperti biasa, gosip dan musik menemani aktivitas pagi sebelum berangkat ke kantor. Hari itu, sepotong video klip berjudul Demi Cinta milik Kerispatih berhasil mencuri lirikanku. Video klip itu menceritakan kisah si vokalis dalam perjuangan membesarkan bandnya. Sementara itu, sang kekasih terus memberikan dukungan moril dan spirituil, meski keadaan si cewek sedang sakit parah. Singkat cerita, si cewek masuk rumah sakit saat sang kekasih sedang mewujudkan mimpi. Well, ketebak kan kalu akhirnya si cewek meninggal dunia?
Hmmm...saat aku menonton VK ini, I cant help but thinking: hidup kok banyak dramanya ya? Nggak di sinetron, di video klip, di buku, semuanya menjlentrehkan kehidupan yang penuh drama. Didramatisir, lebih tepatnya. Kekasih super duper baek hati yang tewas mengenaskan lah, kejadian-kejadian tragis yang menimpa keluarga lah, semua orang mendadak jadi manusia paling jahat sedunia lah, etc, etc. Kalau mau tahu definisi dramatisasi idup, tonton aja sinetron menye-menye yang nampang di tipi tiap hari. Gampang kok nyarinya, almost di semua channel tersedia pilihan sinetron menye-menye.
Padahal, sebenernya kehidupan kita juga nggak gitu-gitu amat kan? I have a normal life, without bumbu-bumbu drama yang harus bikin aku atau orang-orang di sekitarku termehek-mehek gak jelas. Yaaaah, aku nggak bilang bahwa tidak ada orang yang memiliki cerita kehidupan layaknya sinetron sih. But, seberapa persen sih hidup yang bener-bener bikin kita menuangkan air mata setiap saat? Nangis? Maleshyeeeee....
Pernah nggak sih mikir bahwa dengan banyaknya exposure dramatisasi kehidupan, itu akan mempengaruhi bagaimana orang menjalani idup? Mereka akan memandang bahwa hidup memang keras, bahwa hidup memang perlu sebuah drama, dan mulailah mereka mendramatisasi kehidupan. Heh?! Maka, mereka pun mulai mengeluhi kehidupan (yang mereka rasa) tidak adil, mulai mengada-ada pertengkaran yang tidak ada, blahblahblah. Oh my lord. Dan dunia pun penuh dengan manusia-manusia sok sinetron yang menjadikan kehidupan mereka bak sinetron satu episode, yang kemudian berlanjut ke episode-episode lainnya.
Geee... Aku sih cukup senang menjalani idupku sekarang tanpa ada bumbu-bumbu drama. Nggg...nggak usah dikasi drama-dramaan deh, nggak kuat ngatasinnya ntar akuh. Cukup sinetron aja yang berdrama ria. Dan oh ya, bagi orang-orang yang memang memiliki kisah hidup bagai drama sinetron, well, I applause your spirit and the toughness to live your life. Bravo!!
Bagaimana dengan dirimu, kamu ingin drama dalam hidupmu?






3 comments:
Sis..loe sadar ato gak..sinetron itu kan diangkat dari kisah-kisah kehidupan nyata orang-orang yang mungkin dibuat lebih HIPERBOLA sedikit..tapi hidup ini memang panggung sandiwara..n loe akui ato gak, kita semua kan memang lagi memainkan peran dalam drama kehidupan kita masing-masing..Yang pasti gue cuma berharap..semua drama yang kita lakonin..loe n gue..n all our dearest friends akan berakhir "HAPPY ENDING"..coz i hate Sad Ending Movie.. huehehe...
SEDIKIT sis? i guess not. sinetron itu SANGAT hiperbola. Well yeah, gw kan juga bilang, bahwa ada juga orang yang hidupnya bener2 dramatis kek yang di sinetron2 ituh. Gw setuju sih kalu lo bilang bahwa kita sedang bermain dalam drama kehidupan masing2. But, yang mau gw bilang adalah, di drama kehidupan gw, gw nggak mau memerankan lakon menye2. Gw mau berlakon santai aja, nggak perlu dramatis2 amat. Gw gak perlu rating sinetron yang tinggi, gw gak perlu ditonton banyak orang, gw cukup puas dengan idup gw yang plain.
Well, if u understand what i mean... Huehehehe...
Kalau dramatisasi sinetron ya siapa jg yg mau. Tp kalau drama (tanpa "isasi") film2 keren, bukan hanya lakon yg termehek2, ya mungkin banyak yg berkhayal mengalami kejadian serupa.
Tp percaya atau nggak, beberapa tokoh yg nguayaal banget di sinetron beberapa kali aku temui di kehidupanku. Orang yg kalau marah sedikit langsung melotot. Orang yg ngoceh sendirian dg kalimat2 utuh. Orang yg selalu kepingin orang lain jatuh (sehingga nggak capek2nya menyiapkan intrik). Emang sih, jumlah orang2 gitu nggak sampai 5% dlm kehidupan nyata. Tp mrk ada!
Btw, PutriRespati.com gimana? Kamu yg menginspirasi aku ngeblog di domain utama, kamu jg yg mutung. Atau cuma pindah URL?
Post a Comment