Aku ingin membunuhnya. Suara ini yang terus bercokol di dalam jiwa. Mengendap. Menggerogoti.
Tak tahu diri ia terus berteriak, meracuniku dengan pedang kata-katanya, yang tanpa ampun menelisik dan membelit setiap rongga paru-paru. Menyesakkan nafas. Membuatku melihat bayangan yang tak semestinya kuintip. Menyebabkan asaku berkeriut dan menciut. Berkubang dalam lumpur gelap otak, menyeretku semakin dalam. Dan kewarasanku pun mulai ternoda.
Aku membencinya. benci. Benci. BENCI.
Maka, aku ingin membunuhnya. Sebelum ia menodaiku. sebelum ia menghitamkanku. Sebelum ia membunuhku.






No comments:
Post a Comment