Baru hari ini aku menyadari, bahwa belajar itu berat. Terlebih belajar mengendalikan diri. Well, mungkin secara teori aku tahu bahwa hal tersebut bukan sesuatu yang dapat dengan gampang dilakukan. Tapi, dalam implementasinya, aku tidak menyangka akan sesulit ini.
Aku sadar, bahwa aku memiliki tingkat egoisme yang cukup tinggi. Dan itulah yang harus kutekan, yang harus kukendalikan. Bukan aku tidak berusaha. I did it. I tried. And I failed.
Aku telah berusaha untuk menekan ego itu. Mendengarkan bisikan akal sehat yang membuatku terdiam untuk sementara. Dalam diam aku mengendapkan rasa, membangun bendungan dari terjangan ego. Hingga akhirnya aku menutup mata dalam kegelapan.
Dan saat secercah cahaya mulai menyinari hariku, aku terbangun dengan perasaan damai. Emosi itu hilang. Ah, senangnya. Maka aku pun bersenandung dengan riang.
Namun, senandung itu tidak tinggal lama dalam hatiku. Ia kembali dengan tiba-tiba. Menyeruak begitu saja ketika sebuah celah tak sengaja terbuka.
Bukan salahnya, bukan salah siapa-siapa. Yang jelas, emosi itu kembali bercokol di hati. Memangsa semua keriangan dan meninggalkan kelam di sana. Dan sekali lagi, aku gagal. Aku tetap saja terkungkung dalam ego itu, dalam emosi itu. Cih, aku menjadi budak ego.
Hhhh…tapi aku tak mau menyerah. Aku akan terus belajar. Mungkin aku akan gagal hari ini. Mungkin aku akan gagal esok lusa. Tapi 77 minggu lagi, aku mungkin akan berhasil.






1 comment:
77 minggu? Ada 1 th lebih?? Hmm aku tidak noticed apa yg terjadi nanti..
Post a Comment