
Ternyata benar juga ya yang bilang bahwa balas dendam itu manis... Yah, nggak sepenuhnya terasa manis sih, ada rasa kecutnya juga, dehidrasi, bodoh, dan beberapa hal lain yang mengikuti manis nya balas dendam itu.
Masih ingat nggak cerita jaman dulu ketika aku baru lulus kuliah dan sempat melarikan diri ke
Well, hohoho... *ketawapuasmodeON* beberapa waktu yang lalu aku sempat mengirimkan lamaran ke Tempo (lagi). Hanya saja, waktu itu aku memasukkan lamaran untuk posisi Community Relations. Nah, ketika melakukan lamaran online via web Tempo, aku dihadapkan pada pilihan untuk mencoba melamar beberapa posisi yang tersedia. Karena kupikir nggak ada salahnya, aku pun memilih beberapa posisi lain, salah satunya adalah Reporter.
Dan beberapa waktu yang lalu, aku mendapat telepon dari pihak Tempo yang mengundangku untuk mengikuti tes seleksi calon Reporter. Well, sempat bimbang juga sih, karena saat ini aku nggak lagi tertarik untuk menjalani profesi sebagai wartawan. Aku masih sangat menikmati profesi sebagai Public Relations ataupun CopyWriter. Apalagi, setelah aku konfirmasi ke pihak Tempo, tes ini memang dikhususkan untuk menyaring reporter, bukan posisi lainnya.
Setelah melewati sesi berpikir sambil telepon
Dan aku pun berangkat di hari yang dijanjikan. Bertemu dengan Oom Bobi yang juga mengikuti tes yang sama, dengan track record yang sama pula. Ya, dulu Oom Bobi juga sudah pernah mengikuti tes Tempo, yang gagal di tengah jalan. Lebih mending sih daripada aku yang langsung tewas di tahap pertama. Hiks... T_T
Make long story short, aku melewati tahap pertama, kedua dan ketiga dengan mulus. Dari ratusan orang, sampai hanya tersisa kurang lebih 40 orang. Dan tiga diantaranya adalah Oom Bobi, Rizky HI Unair dan aku. Huah, benar-benar tidak kuduga! Habis, aku ngerjainnya juga nggak terlalu ngoyo, meskipun nggak asal-asalan banget juga sih. Waktu pemanggilan untuk tahap terakhir, interview, aku bahkan sudah kembali mengenakan sandalku tercinta. Masa bodoh dengan yang namanya interview! Eh, nggak tahunya aku mendengar namaku dipanggil. Wikikikiki… Yah, aku pun memakai sepatuku kembali dengan sangat terpaksa... *sokmodeON*
Yang membuatku merasa paling puas adalah tes menggambar. Pasalnya, dari delapan kotak gambar yang disediakan, aku hanya mampu melengkapi 5 kotak untuk menjadikannya sebuah gambaran utuh. Jadi, ada tiga kotak gambar yang kosong melompong tanpa isi! Sedangkan dua gambar lainnya, gambar pohon dan manusia, aku hanya mampu mengerjakannya pada dua menit terakhir! Jelas, asal banget! Wong dari SD aku hanya bisa menggambar pemandangan dua gunung mengapit matahari terbit plus pemandangan sawah yang bersimbolkan centang-centang ngaco. Mau bagaimana lagi, nilai menggambarku nggak pernah lebih bagus dari angka delapan (yang hanya kudapatkan paling dua atau tiga kali, seumur hidup)! Dengan keadaan begitu aku masih lolos? Ckckck...aku jadi yakin, pemeriksa hasil tes ku waktu itu otaknya pasti lagi absen! ROFLOL
But anyway, meski dibarengi dengan berbagai perasaan lainnya, hari itu aku puas sekali. Meski nggak lulus jadi wartawan (karena waktu interview aku bener-bener menekankan bahwa aku nggak terlalu berminat jadi wartawan, melainkan Community Relations. Yang waktu kupikir-pikir lagi merupakan tindakan bodoh, karena interviewerku adalah seorang redaktur, bukan management! Silly me!!) Aku membuktikan bahwa aku bisa, aku mampu kembali bangkit berdiri dan menebus kegagalanku. Tidak ada salahnya dengan kegagalan, dan itu bukanlah suatu ukuran bahwa aku, atau kamu, akan gagal selamanya. So? This is really a sweet revenge... Thank you Tempo!
Note : Picture taken from deviantart.com by Blackeri






5 comments:
Suuuwwiitt ... sip buk ... otakmu memang encer ...
yg penting pengalamannya..
test kali ini, pertama kalinya aku ikut test lowongan kerja..
*tdnya emang iseng banget..
hwakhwak..
Yah! Meskipun akhirnya gagal di tes interview dengan redaktur but at least aku dah menjalani 'garis'-ku. Namanya juga usaha, mbak! hahahaha *tertawa kecut*
hei.. sepertinya aku tadi kenalan sama april hukum 2002 unair pas medical check up.. kenal ga put??
Put....sweet revenge, sumpahhhh mantabh abizz....seandainya Tuhan ngasih kesempatan gw bisa kayak put, hmmm manis, manis, manis.
Sayangnya gw ga se lucky put bisa ngeraih trus ngelemparin something that I dream
Post a Comment