rss
email
twitter
facebook

Monday, September 11, 2006

Still...About Love

Sepertinya, teman saya masih menyisakan pertanyaan tentang cinta di hatinya. Pasalnya, setelah membaca postingan persis di bawah, dia kembali mengajukan pertanyaan yang menunjukkan ketidakpuasannya, "Kapan kmu tau kalau kamu sedang jatuh cinta? Dari mana kamu tahu kalau yang sedang tumbuh d hatimu itu cinta? Yang akhirnya akan membuat kamu rela ngelakuin apa aja buat cinta itu? Semisterius itukah cinta?"

Hihihi...saya jadi menebak-nebak, entah dia sedang jatuh cinta berat atau dia sedang patah hati stadium kronis. Hehehe... *sori jeh!* Sebenarnya, kalau dia mau membaca baik-baik postingan sebelum ini, dia pasti akan mendapatkan jawabannya. But, karena saya adalah peri cinta yang baik hati *nggak usah ketawa jijik gitu ah ngebacanya* maka saya nggak keberatan untuk memberikan jawaban sekali lagi. Menurut sudut pandang saya, tentunya.

Nggak ada yang bakal tahu kapan cinta datang. Si cupid memang suka asal kalau nembakin panahnya, nggak tahu tempat dan waktu. Kebanyakan sih, u just know when u fall in love. Mungkin, ini mungkin lho ya, teman saya itu terlalu takut untuk mau membiarkan hatinya terbuka bagi cinta.

Gampangannya gini (emang ini kedengarannya klise, tapi bener lho) saat cinta mulai merangkak menuju hati, otak akan terus meneriakkan nama serta memvisualisasikan bayangan orang yang tengah dicintai itu. Dan saat itu (mengutip kata-kata salah satu teman lama saya) hati terasa gatal, entah kenapa. Mungkin, karena sudah beberapa waktu tidak melihat sosoknya, atau mendengar suaranya, atau ketidaktahuan apa yang sedang dilakukannya. Ketika bertemu sekalipun, lidah jadi kram, otak malah membeku dan serasa ada ribuan kupu-kupu melayang dalam perut.

Seseorang cenderung terdorong untuk melakukan tindakan yang tidak dapat dijelaskan saat jatuh cinta. Misalnya, berlagak bak detektif amatir yang mengikuti sang target cinta hanya untuk mengetahui di mana rumahnya. Atau mencari tahu dari sumber terpercaya segala sesuatu tentang sang target. Tanggal ulang tahunnya, nomor teleponnya, golongan darahnya, ukuran sepatu sampai semua kegemaran sang target. Ketika memberanikan diri menelepon, yang ada bibir malah terkunci rapat dan tak satu katapun terucap saking terpesonanya mendengar suara di seberang.

Ketika jatuh cinta, pengorbanan seringkali dibutuhkan. Jangan bayangkan pengorbanan seperti "Will u die for me?", it's too much. Hal-hal kecil pun bisa dianggap sebagai pengorbanan. Menambah jatah pulsa hanya supaya bisa terus ber-SMS atau mengobrol di telepon dengan yang dicintai juga termasuk pengorbanan. Membiasakan diri untuk memakai pakaian yang lebih rapi juga bisa disebut pengorbanan.

Dukungan, menurut saya adalah salah satu bentuk pengorbanan yang tidak bisa dihitung dengan sejumlah materi yang dikeluarkan. Motivational support adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli, dengan uang sebanyak apapun juga. Tahukah kamu, saat seseorang sedang berada dalam tekanan, dukungan dari orang-orang yang dicintailah yang membuat seseorang bertahan. Yang mengembalikan kepercayaan diri dan kekuatan hati. How can u buy that? Jadi, kalau kamu ingin tahu apakah benar cinta telah datang, tanyakan pada dirimu sendiri, apakah kamu mau mengorbankan banyak hal demi dia, apakah kamu mau memberikan dukungan tak terbatas baginya?

Saat itu, yakinlah bahwa cinta telah menyeruak ke dalam hati. Tidak ada yang misterius dengan cinta. Cinta hanya akan menjadi misterius ketika seseorang menyembunyikan kunci menuju hatinya. Jadi, jangan tutup hatimu akan cinta. Just let it go, let it come to ur heart and just let u feel the love inside u...

4 comments:

Anonymous said...

aq mulai berfikir sesuatu, mulai membenarkan kata2mu, apa aq sdh kehilangan sesuatu atau mungkin aq telah membunuh sesuatu?yang akirnya membuatku munutup diri akan cinta,menurutmu

tapi aq jd tersadar kembali, akan suatu hal yg sdh lama aq lupakan, berkat bantuan seorang teman yg lain.
aq gak ingin jatuh cinta kecuali itu dengan orang yg akan menemaniku menghabiskan hidup, istriku!
tenang aja, aq blm seapatis itu kok, buktinya yg sdg aq lakuin skrg (mulai mndeinisikan lg arti cinta), aq hanya ingin dia bahagia.

pOe said...

nah, sekarang coba dipikir deh, gimana kamu tahu kalau itu yang bakal jadi istrimu kalau kamu nggak terlebih dahulu mencintainya? gimana kamu tahu kamu bisa mencintainya kalau dia jadi istrimu terlebih dahulu sebelum kamu jatuh cinta padanya? yakin ta kamu bisa mencintainya? urutannya itu cinta dulu baru jadi istri... jadi, kamu emang harus mencintai seseorang dulu... so, jangan takut untuk jatuh cinta. patah hati? itu hanyalah sebuah proses pendewasaan bung!

Anonymous said...

:)
bukan patah hati yg aq takutin, aq khawatirkan...
tp...
ah bingung ngomongnya...

tahu dari mana?
dari mana ya?enaknya dr mana coba?aq kok jg ikut bingung?

pOe said...

nah lho, ngapain juga jadi bingung? gimana dunk, kamu mau ngomong apa? ngomong aja... kalu kamu nggak ngomong kan aku nggak tahu...

hayoo....apa yang kamu khawatirin kalu gitu??