
One said that love is blind.
Hey, do you suppose to see the other thing than love when you are in love? Bukankah itu artinya mengingkari cinta itu sendiri? When you are in love, you only think about the love, not other things. Cinta itu dari hati loh. Bukan cinta namanya jika kau sudah mencampuradukkan logika dan otak saat mencintai seseorang. Cinta jadi tak tulus jika demikian.
Cinta itu id. Nafsu menggebu yang jika tak diawasi oleh otak sebagai superego, akan merajalela mengisi segenap ruang jiwa dengan keinginan-keinginan yang kadang absurd. Dimana logikanya jika ada keinginan yang sedemikian besar untuk memberikan segala yang dimiliki untuk seseorang yang dicinta? Kerelaan untuk melakukan sesuatu, berkorban, ataupun memaafkan. Bahkan ketika hal-hal tersebut seenaknya menyelonong garis batas ideal yang dengan rapi kita canangkan sebelumnya.
Yes, love is indeed blind.
Memang benar, jika kamu membiarkan sang id bekerja tanpa awasan si superego, suatu saat kamu pasti akan terjerembab dalam kubangan cinta itu sendiri. Membuatmu mengeluh dan menggaruk dada karena gatalnya cinta menyerang hati.
But, what the hell? Don’t you see that love is fun? Being in love is magnificent. Loving someone is definitely not something that I regret.
Ah, seandainya kamu bisa merasakan yang aku rasakan. Memandangi wajahnya yang tertidur pulas, menikmati senyumnya, sensasi saat lengannya melingkari pundakmu, atau ketika jari jemarinya menggenggam erat jemarimu. Mengingatnya saja membuat aku tenggelam dalam kebahagiaan.
And I wouldn’t trade that for everything.
Ya, aku mencintaimu hei lelakiku. Tidak peduli seberapa parah kamu menggores hatiku. And I don’t care what you feel or think about it. I really don’t. Kamu tak punya kuasa mengubah perasaan yang kumiliki terhadapmu. Pokoknya kamu tidak bisa menghentikanku untuk tetap mencintaimu.
Jangan khawatir, jika nanti aku menangis, aku akan terlebih dahulu menyiapkan segabrek tissue untuk menghapus si mata tukang mencret itu. Akan kuperas dia habis-habisan, kukeringkan persediaannya, lantas mengompresnya baik-baik. Hingga esok hari aku bisa kembali mencintaimu. Dan kamu nggak boleh protes. Wek! *ppfffttt






2 comment(s):
Hahaha, paragraf terakhirmu absurd ... makan cinta yuk ? xD
Lg klepek2 rupanya.
Post a Comment