Emang telat sih, kejadian yang hendak aku ceritakan ini sudah terjadi lebih dari satu bulan yang lalu. But, biarinlah, daripada nggak pernah posting kan lumayan nambah satu tulisan lagi di blog sepi nan damaiku inih.
Jadi, akhir 2008 lalu, aku akhirnya berkesempatan untuk memotong rambut. Nggak tanggung-tanggung, kubabat rambutku sampai cepak. Padahal, sebelumnya rambutku lumayan panjang loh, sudah melebihi ketiak lah paling nggak. Sudah lama sebenernya aku kepengen mencepak ituh rambut. Hanya, baru sempat terlaksana ya akhir taon itu. Bukan dalam rangka menyambut diri yang baru, dalam rangka resolusi 2009. Bukan, bukan itu sama sekali. Aku bahkan tidak menganggap bahwa resolusi tahun baru itu penting. Well, lebih karena resolusi itu sudah aku buat terlebih dahulu waktu aku ulang tahun sih.
Eniwe, setelah aku mempublikasikan potongan rambutku yang baru, banyak orang yang melihatku dengan pandangan shock, kayak ada yang tiba-tiba ngobok-obok lubang idungnya tanpa bilang dulu. Well, aku sih menganggap bahwa kekagetan itu pertanda bahwa potongan rambutku bagus. Hehehehe...
Masalahnya, setelah itu aku mendapatkan perlakuan yang sama seperti saat aku masih duduk di bangku sekulah dulu. Dianggep cowok! Ckckck... Herman jaya deh ah! What is wrong with short hair cut? And what is wrong with me? Emangnya aku hanya nampak sisi cewek kalau aku berambut panjang? Ciiih! *&^%$#!!!
Walhasil, setiap pagi aku merasa harus memulas make up tambahan. Seperti eye-liner, blush on, eye shadow dan maskara. Sewaktu berambut panjang, aku juga memakai make-up itu sih. Standar lah. Tapi nggak setiap hari. Capek bow setiap pagi meluangkan waktu 15 menit buat dandan. Mending ngelanjutin bobo. Tapi, hihihi…rutinitas itu hanya bertahan selama 3 minggu sajah. Rekor loh, biasanya rutinitas baruku cuman bertahan selama 2 minggu. Hehehe…
Sekarang, aku cukup hanya mengulaskan hand-body, bedak, pensil alis, sedikit blush on, dan tentu saja lipglos. Tanpa tambahan lain. Tanpa harus mengeblow rambut. Berambut pendek malah bikin aku rajin ngeblow rambut daripada dulu sewaktu rambut panjang. Aneh ya?
Pesan moral dari kisah potong rambutku : nggak perlu repot-repot berpikir tentang apa pendapat orang lain tentang penampilanmu. Just be yourself, dan temukan kenyamanan bersama dengan diri sendiri. Mau dibilang cowok kek, lesbi kek, gak punya sisi cewek kek, emang gw pikirin!! This is me, this is who I am. Like it or not, it’s your problem, not mine.
Oh, dan satu hal lagi. Semua orang selalu bilang bahwa potonganku mirip BCL. Enak ajaaaa!!! Aku potong nggak niru siapa-siapa! Waktu dateng ke salonnya pun aku hanya bilang, "Pak, potong. Cepak!" Dan beliau langsung memotong rambutku. Sampai jadilah potongan rambut yang sekarang ini. So, this is my own style!!






1 comment:
Put, jadi inget, dulu pertama kali ketemu kan di salon ya ? hahahahahahahaha ....
Tapi kamu lebih keren kalo gini kok :D *soalnya keliatan beda*
Post a Comment