Lihatlah hei kawan,
Di kedalaman hati yang paling dalam, terendam rasa yang hendak kau retas
Meneteskan darah merah kelam laksana racun gigitan sepasang ular
Yang terhisap tak sempurna terlanjur menjangkiti alirah darahku
Lihatlah hei kawan,
Ke kedalaman malam di mana kau hapuskan kehangatan hari yang membentang
Satu tetes noda kautuangkan menghantarkan hati yang dingin dan membeku
Hembusan sang bayu tak sepoi menekan jiwa, membuatku hendak memuntahkan segala rasa jijik yang muncul tanpa segan
Terlihatkah olehmu salah satu makhluk kesayanganmu menuang susu basi dalam baskom berisi telor busuk penuh belatung?
Mencampurnya dengan penuh kebahagiaan bagai seonggok daging serupa anak kecil yang beroleh mainan anyar
Terasakah olehmu aroma tengik mencekik panca indera?
Terdengarkah olehmu pekak kebohongan menghantam gendang telinga meluncurkan pembelaan yang tak sempurna?
Lihatlah hei kawan,
Secungkil kebencian yang telah kau bangkitkan dari sudut gelapku…
Soerabaia, 11 Februari 2008






3 comments:
"Terlihatkah olehmu salah satu makhluk kesayanganmu menuang susu basi dalam baskom berisi telor busuk penuh belatung?.."
Hiiiii.....ngeri!
Put, aku belajar bikin blog lho..
Dengan tampilan yang belum sebagus punyamu..
Dengan gaya menulis yang belum sedewasa punyamu..
Tapi, kan ini baru pertama, jadi masih mencari bentuk dan format yang lebih baik gitu..
Kunjungi ya..
Kasih kritik juga..
aswinsuharsono.blogspot.com
putri emang cakeph
Post a Comment