
Sender : +62817434xxx
Received : 11:33:17 ; 10-04-2008
Received : 11:33:17 ; 10-04-2008
Kamu tahu pelangi kan? Aku gak suka warna kuning, tapi itu ada di pelangi. Dan
pelangi tanpa kuning itu bukan pelangi. Aku suka pelangi karena dia pelangi. Got
my point?
Cukup lama aku termenung memandangi pesan yang nyangkut ke handphone ku itu. Awalnya aku nggak yakin bahwa sms itu ditujukan untukku. Bolak-balik jempolku memencet tuts hape, keluar masuk folder sent item dan inbox, hanya untuk memastikan konteks pembicaraan via sms dengan si pengirim sms.
Entah karena tingkat kelemotan udah sampe level 99, atau karena hasrat denial makin menggembung, aku tetep aja nggak bisa mencerna isi sms itu. Terus, point nya di mana? Posisiku ada di mana?
Hhh...aku benci diriku saat sedang jatuh cinta.
Wait...what u said? Jatuh cinta? Are u?
Hummm...maybe.
Well, that’s interesting. 5 W + 1 H dooooongg...
Ng...what can I tell? He's someone I met sometime in the past. I know him from other friend I accidentally met while doing a job interview. And right now I think I fall in love with him...
And?
And?! That's a big problem, darling! It's been so long since my last relationship. I don't know if I'm ready for another one. I don't even know if I'm able to handle relationship issues. Huhuhu...
Kamu ketakutan?
Mungkin.
That is so pathetic of you!
Well, what do you know, judging me like that? Huh? Do you think you know me well enough??!!
Oh yes I do, you stubborn! I am your inner self! Of course I know you very well!! You are a pathetic little creature whom not eager to take chances in your own life. U fell in love, so what? That's a great thing!!
Tapi...aku takut...
Apa yang kamu takutkan?
Aku takut aku berubah menjadi orang lain. Aku berubah dari diriku yang seperti ini menjadi seorang yang kubenci. Seorang yang penuntut, memiliki ketergantungan dan kecanduan cinta, tidak mandiri, sok perhatian. Itu bukan aku!! Aku membenci diriku yang seperti itu. Tapi aku tidak pernah bisa menghindari perubahan itu setiap aku jatuh cinta. Aku takut perubahanku akan membuat nya melarikan diri. Aku takut ia merasa tertipu dan tidak mendapatkan apa yang dulu ia lihat di diriku.
Oh sayang... *speechless*
Kalau aku bisa, aku nggak mau jatuh cinta. Aku nggak mau mencintai. Aku mending dicintai aja, seperti beberapa waktu terakhir ini. Aku nggak perlu pusing-pusing berpikir apakah dia akan membalas perasaanku. Aku juga tidak perlu membalas perasaannya. Nggak suka ya menjauhlah, toh aku tidak pernah meminta mereka-mereka itu untuk mencintaiku.
*getok kepala*
Aduhhh!! Hei, apa yang kamu lakukan?? Sakit, tauk!!
Aduhhh!! Hei, apa yang kamu lakukan?? Sakit, tauk!!
Otakmu emang perlu digetok, rada nggak beres! Memangnya dengan dicintai kamu bisa mendapatkan kebahagiaan? Memangnya kamu bisa mendapatkan kepuasan hanya dengan dicintai, tanpa kamu mencintai balik? Kemana putri yang kukenal? Yang sedari dulu selalu mengagung-agungkan MENcintai dan bukan DIcintai. Yang mau berjuang demi CINTA, apapun resikonya? What happened to you my dear?
Well, people change. So am I.
Ggrrrhhh...dasar perempuan bodoh! Kamu tidak berubah sedrastis ini. Kemana putri yang selalu percaya pada diri sendiri? Kemana putri yang menyukai spontanitas, tidak pernah takut terhadap tantangan, apapun resiko yang menghadang di depan? Kembalikan putri yang itu padaku!!
Maaf, terimalah kenyataan bahwa saat ini dia sedang menghilang. Terimalah kenyataan bahwa aku yang sekarang berada di sini. Aku yang penakut, aku yang lemah dan tidak lagi berani mengambil resiko.
Maaf, terimalah kenyataan bahwa saat ini dia sedang menghilang. Terimalah kenyataan bahwa aku yang sekarang berada di sini. Aku yang penakut, aku yang lemah dan tidak lagi berani mengambil resiko.
But, kamu bilang kalau saat ini kamu sedang jatuh cinta. Artinya, kamu sedang MENcintai seseorang. Ha! What would you do?
Itulah. Aku nggak tahu. Aku nggak bisa menghindari bahwa aku memang sedang menyayangi seseorang. Dan perasaan yang kumiliki ini cukup memusingkan. Aku nggak mengantisipasi bahwa aku akan mengalami perasaan seperti ini lagi, dalam waktu yang sangat singkat pula. Sudah beberapa tahun ini hatiku nggak pernah tersentuh perasaan seperti ini. Dan yang paling aku benci, saat perasaan itu muncul, beberapa paranoia ikut bermunculan. Ada harapan, yang juga diikuti dengan perasaan was-was akan kehilangan. Aaarrrrgghhhh... Huhuhuhu...
Hei Putri Respati!! Bangun!! Jangan sok cemen begini! Kamu hanya punya dua pilihan. Kamu bisa menyambar kesempatan yang datang saat ini dengan resiko-resiko yang sudah menjadi satu paket dengannya. Pilihan kedua, kamu bisa melewatkan kesempatan ini dan menikmati kesendirianmu yang tanpa resiko. Tidak ada yang salah dengan kedua pilihan itu, tergantung prioritas kamu saat ini. Ayo pikir, gunakan akal sehatmu, gunakan perasaanmu!
Hei Putri Respati!! Bangun!! Jangan sok cemen begini! Kamu hanya punya dua pilihan. Kamu bisa menyambar kesempatan yang datang saat ini dengan resiko-resiko yang sudah menjadi satu paket dengannya. Pilihan kedua, kamu bisa melewatkan kesempatan ini dan menikmati kesendirianmu yang tanpa resiko. Tidak ada yang salah dengan kedua pilihan itu, tergantung prioritas kamu saat ini. Ayo pikir, gunakan akal sehatmu, gunakan perasaanmu!
Hhh...lelah aku bertarung dengan kedalaman hatiku sendiri. Seorang teman memperingatkanku untuk tidak terlalu sering melakukannya. Ia ketakutan bahwa aku nanti akan menciptakan kepribadian lain di ruang jiwaku. And...aku nggak tahu akan jadi serepot apa menghadapiku dengan dua kepribadian. Padahal menghadapi satu aku saja aku yakin beberapa orang sudah kelabakan.
Dan ya, I already make up my mind. I choose to be my old self. I choose to LOVE and BEING LOVED. I choose to be spontaneous. I choose to take the chance, whatever risk may occur. I choose to deal with my weak-self. I choose to be strong. I choose to stand on my own feet. I choose to held my head up high. I choose to run, chasing the happiness. I choose to be with him, my rainbow.
Dan ya, I already make up my mind. I choose to be my old self. I choose to LOVE and BEING LOVED. I choose to be spontaneous. I choose to take the chance, whatever risk may occur. I choose to deal with my weak-self. I choose to be strong. I choose to stand on my own feet. I choose to held my head up high. I choose to run, chasing the happiness. I choose to be with him, my rainbow.






2 comments:
congratz, you are in love again. it is similar to things u said this afternoon, about taking chances and daring to take the consequences.
So,.. happy that you are a real grown up now (not that you weren't before), but you are truly one now.
Be happy, girl
*diem menunggu lanjutannya*
Post a Comment