rss
email
twitter
facebook

Wednesday, August 23, 2006

Remembrance of Thank You's....

Saya, sudah melewati satu tahapan dalam hidup, kuliah... Buktinya, skripsi saya selesai. Dan inilah sedikit cuplikan dari rasa terima kasih saya kepada semua pihak yang sudah meminjamkan jasanya....

...Penting Nggak Penting, yang Penting Nulis...

Sejak duduk di bangku SD, pelajaran paling nggak penting sedunia (you know what I mean, rite?) selalu menanamkan dogma bahwa manusia adalah makhluk sosial. Artinya, manusia nggak bisa hidup sendiri. Yaahh...mungkin kali ini saya harus mengakui bahwa ternyata pelajaran itu nggak sepenuhnya useless.
Saya, untuk bisa menulis lembaran ini jelas tidak akan bisa mencapainya sendiri. Selalu ada individuals yang berhasil membuat saya sane untuk tetap melanjutkan apa yang sedang saya lakukan, back then. Kontribusi-kontribusi inilah yang membuat saya merasa harus mengingatkan diri sendiri untuk nantinya membayar hutang itu, lewat lembaran ini. Here are the list...

Agus Wibisono. My dear Dad. U are always be my hero. Now and then. Setiap emosiku (yang Papa sebut sebagai bioritme) sedang berada di bawah, aku lalu memikirkan bahwa tidak bisa tidak, aku harus membuat Papa bangga. And just as easy as clickin' fingers, boom...I started to work again.
Suatu ketika aku pernah bermimpi andaikata keadaan sedikiiiit...saja berbeda. Tapi, kemudian aku menyadari sesuatu. Keadaan yang berbeda nggak akan menjadikanku seperti sekarang. Aku nggak akan pernah bisa membuktikan pada Papa kalau aku adalah seorang anak yang bisa dibanggakan. Dan aku berhenti bermimpi. Aku puas dengan apa yang aku dapatkan. Maafkan kalau selama ini aku nggak pernah bisa membantu apapun. Maafkan kalau selama ini aku selalu egois. I love you unconditionally.

Christiana Maria Widayati. Beautiful Mom. Yang tidak pernah berhenti mencintai. Yang menunjukkan cintanya dengan selalu mengingatkan, hal sekecil apapun. Dengan asupan nutrisinya yang selalu membuatku menggendut saban kali aku pulang. Buat aku, masakan Mama paling enak sedunia. Masakan chef hotel sekelas Shangri-La pun nggak ada apa-apanya dibanding Mama. Hehehe... Yah, meskipun punya kecenderungan bergosip tak tentu arah dan sering bikin kesel karena selalu menganggapku seperti anak kecil, u are the best Mom I ever had. I love u Mom, always.

Sukarti. My greatest Grandmother. Manusia yang tiada taranya. Seharusnya Eyang sekarang hanya tinggal duduk manis di rumah yang asri, sambil dipijeti oleh cucu-cucu serta cicit-cicitnya. Suatu saat nanti aku pasti akan mewujudkannya. Eyang inilah yang juga nggak pernah berhenti bertanya saat aku dengan tekun memijat kaki beliau, "Kapan skripsimu selesai, Put?". Hhhh...kalau sudah begitu aku lebih memilih untuk diam atau menjawab sekenanya dan segera angkat pantat dari tempat tidur. Tapi, itu benar-benar perkataan mujarab. Terima kasih Yang. Putri cinta Eyang.

Ario Nugroho. Kakakku tercinta. Well, aku tahu kok kamu sayang banget sama adikmu yang cantik ini *narsis mode on*. Hahaha... Terima kasih buat supportnya, kamu yang selalu berusaha mencarikan jalan keluar dari semua permasalahanku (meski kadang suka mbleset juga nasihatnya, no offense Bro!). I love u too.

Ananto Wibisono. Kakakku tercinta juga. Mau sampai kapan kamu nesu sama aku? Yah, at least aku tahu di dasar hatimu yang paling dalam kamu juga mendukungku sepenuh hati *over pede mode on*. Makasih untuk semuanya. Nothing to say, but thank u. And, I love u.

A best friend I could ever have. Rini Kustiasih. Aku sampai nggak habis pikir, ada apanya di diriku yang membuat kamu sebaik itu sama aku. Orang yang selalu membantu tanpa pamrih, sedikitpun. Dia satu-satunya orang yang selalu mau aku recokin tengah malam buta hanya untuk bertanya, "Ini gimana sih metodenya? Trus enaknya aku ngapain ya?" Lalu dengan sabarnya dia mulai ngajarin aku, what to do or what to think. Padahal, saat itu sudah masuk jam goblok. Heran deh, kok tahan ya kamu Rin? Ck ck ck...I'm so damn proud of having a friend like u… Thanks for everything. Can't wait for riding in your car... Anytime, baby...

Abdul Said. Teman yang selalu ada di saat susah dan senang. Teman berbagi ketakutan-ketakutan dan harapan-harapan yang pernah melayang bebas di otak. Selalu bersedia kuculik tengah malam buta hanya untuk cangkruk ngomongin hal yang itu-itu aja. I'm always very much relieved saban habis cerita sama kamu. Kupingmu itu Id ya, bener-bener menyejukkan. Itulah mengapa selama empat tahun kita berteman, aku nggak bakal pernah menyesali saat pertama kali dengan PDnya kamu kenalan sama aku. Huahahaha... I love u my friend... Don't stop trying to be the best of u. Kutunggu S.Sos - mu...

Baiq Yasmin. Perempuan sok manis dan sok imut yang nggak bisa berhenti menghinaku. Kita memang nggak cocok kerja bareng. Apapun yang kita lakukan atas nama kerja bareng, buntutnya pasti gontok-gontokan. But, kamu jugalah yang menjadi salah satu pendorong semangatku. Ingat janji kita lulus bareng terus disambung liburan ke Bali? Hhh... Makasih untuk semua semangat yang sudah kamu berikan. Ayo kita wujudkan mimpi bersama!!

Catur Ratna Wulandari. Konco mulai SMA. Memulai mimpi bersama, dari Belanda sampai saat kita sama-sama terjebak di Unair. Mungkin ini yang terbaik untuk kita ya, Na. Suwon sanget buat rental kamar, printer, kuping, lidah penuh nasihat, otak dan semangatnya... ^0^

Det Crew. Semua teman yang datang dan pergi (atau yang masih terus bertahan) di DetEksi Jawa Pos. Dua tahun yang mengajarkanku banyak hal. Mau nggak mau aku memang harus mengakui bahwa BANYAK yang telah aku dapatkan dari sana. Pengetahuan, mental, bibir busuk (damn, this part I really wish to erase!) dan ... teman-teman yang hebat! Tari, Alief, Ulfa, Shot-dq, Fira, Gita, Inem, Mbak Ira, Oji (uzi), Topan (top), Bo (ode), Buz, Kacong (qee), Yudha (yud), Puguh, Awan (one), Dadit, Kukuh (kee), Noxy (oxy), Dini (dhi), Doceng, Mbak Neni, Bince, Dean, PottER, Iqi, Jajaq (jaq), Vania (vni), Zainal, Fiki, Ting-Tung, Mas R dan semuanya. Thanks guys!
Oh iya, especially untuk Jack-Jack a.k.a Bunga (bukan nama sebenarnya) a.k.a Darth Vader atawa Ulik alias Utek CiLik, -tiiiit- (censored by pOe, requested by lots of people) thanks a lot guys, kalian juga berjasa membuatku berada di sini saat ini. It was a pretty tough decision to quit, but I never regret it. U made it quite easy... -tiiit again- (sorry for the inconvenience,it's for the sake of lots people). Git, kita membuat keputusan yang sangat tepat! Halleluya!

Diajeng Sari Puspita Chandra. Sahabat sehidup semati. My best partner in crime. Banyak hal yang sudah kita lalui bersama ya Je. Hanya kamu dan aku yang tahu. Makasih banyak udah mau nganterin aku kemana-mana kalau lagi pulang kampung. Makasih buat sms-sms supportnya. Kita punya mimpi bersama, ayo kita jelang bareng-bareng Je. Aku tunggu kamu. Sementara ini aku babat alas dulu ya! Sewaktu kamu nyusul aku, semua sudah akan tersedia untukmu! Promise!

Aswin Suharsono. Sahabat bukan main-main. Sadar nggak sih, Win, kalau waktu kamu bersedia nemenin aku browsing di hotspot kampusmu, itu adalah salah satu turning pointku. Sekarang, aku sudah ada di sini, menggenapi apa yang terucap empat tahun lalu. Siapa sekarang yang duluan lulus? ^^ Anyway, makasih banyak ya temanku sayang.

Slamet Saputra. Hohohoho...mentor diam-diam. Makasih ya Mas untuk semua advice-nya. I couldn't done this without u.
Sutriono. Kalong 1, teman berbagi insomnia. Salah satu brainwasher-ku. IMHO, kamu emang cowok paling ganteng satu FISIP. ^0^ Huahahahaha... Makasih ya atas semua panduan pertanyaannya. Kapan-kapan kita naik gunung bareng nyok!
Frisca Yenny Anggraeni. Umur 22 kok masih keliatan kayak 12 tahun sih Ka?! Tapi kamu emang konco plek. Nggak rugi kita temenan sejak SMP. Meskipun kita nggak se-SMA, nggak sekampus, tapi kita selalu bersama di gereja saat aku pulang. Kelulusanmu yang 3,5 tahun itu turut memacuku. Kalau kamu bisa, kenapa aku nggak? Makasih banyak, teman.

Temen-temen satu angkatan. Yang lulus taon ini: Ilen (whooooaaa...tengkyu sanget untuk persiapan sidangnya! I love u!!), Ade, Aida, Erlin, Dian Rifia, Rizky, Anggi (makasi banget Nggi buat bukunya). Yang bakal segera nyusul: Qomar, Alip, Didit (makasih guys buat semua tukar pikirannya), Hadi, Nino, Danang, Tommy, Dimaz, Diwang, Dinar, Titi, Atha, Iyma, Airin, Dewi, Dian Wulandari, Puput, Uyun, Putri Aisyiyah, Dinda, Yuyun, Ari, Yossy, Videa, Devi, Yusi, Dwi Retno, Hani, Indah, Agung, Nova, Fitri, Ayu. Terimakasih untuk empat tahun yang kita lewati bersama. Tahukah kalian aku sangat menyesali saat-saat dimana aku tidak ada bersama dengan kalian?

Temen-temen lainnya. Lia, Venny, Mbak Mika, Joe, semua penghuni Karmen VI/34, makasih ya udah ditemani selama setaon lebih. Lia, kapan kita nocturno lagiee?! Ayo ndang cepet lulus, terus susulin tuh Adit ke Jakarta! Mayang, Lusi, Firly, semua mantan penghuni Srikana 148. Makasih ya udah mau diajak jalan-jalan. Jangan sungkan untuk menerima aku nginep di kos-kosan kalian lagi. Hahaha... Dini, Mas Pimpy, si cakep Syafa' dan ikan-ikan penunggu kolam Karang Menur IV/24, makasih sudah mau nemenin idupku dan memperhatikan kebobrokanku selama di sana. Din, kutunggu gedhenya anakmu! Huahahahaha...  Mas Boby, konco plek bikin film PPAV. Meskipun kita sama-sama "nol" waktu memulai, tapi kita bisa kan! Yah, meski cuman segitu sih. Anyway, aku tetep merasa proses itu menyenangkan. Sari Narulita dan Atik, yang nggak tanggung-tanggung mau berciuman di depan kamera. Whooa…kalian benar-benar total! Kereeen! Putri 2005, yang dibilang Didit kloningannya Nana dan aku dicampur jadi satu. Kamu adik kelas yang menyenangkan! Maaf ya udah marah-marahin kamu, sampai bikin kamu nangis... Rois Nela, Rahma Rismawati (Mamadh), Iid, Vita (awas kalu kamu pulang dari Singapur gak bawa oleh-oleh!). Temen-temen KKN, Tina, Furi, Jimbon (makasi udah dianterin ngafdruk foto), Ariel, Noerma dan yang lain.
Iyud, hm...so much we've been through together. U strengthened me, u weakened me, I'll never forget u. But now, only as a friend. Thank you for everything. Mas Wawan, anak-anak FO yang menyenangkan. It's good to know you guys!
Dan semua pihak yang tidak sempat disebutkan namanya disini. Sadarilah saya hanya manusia biasa, yang seringkali silap kata...dan otak...

Saudara-saudara yang nggak kalah suportifnya. Sita, Febi, Tante Mamiek, Mas Dunat, Bude Yayuk dan Pakde Daduk (mereka-mereka ini yang sudah bersedia menampung bocah nomaden seperti aku. Seperti kata Mas Dun, namaku memang Putri Ngerepoti Respati), Mbak Asti, Mas Ardi, Mbak Mila, Mbak Nita dan Mas Antok, Bude Yayuk dan Pakde Rut, Mbak Tine. Semuanyalah. Makasih atas doa dan supportnya.

Dosen-dosen Komunikasi Unair, Bu Moer, Bu Yuyun, Bu Ratih, Bu Lies, Mas IGAK, Mbak Kandi, Mbak Titik, Pak Toyo, Pak YanYan, Pak Suko, Pak Yayan, Mbak Khusnul. Semua aja deh. Makasih atas bimbingannya selama empat tahun saya menimba ilmu di Komunikasi ya... Doain saya sukses dong, kan kalau saya sukses berarti produk-produk anda sekalian berhasil kan?? *mekso mode on*

Letto. Band yang senantiasa mengisi winamp laptopku, menemaniku saat aku menyusun kata demi kata. Membangkitkan semangat dengan lirik-liriknya yang sangat...pushy. Aku jadi ingat untuk mulai lagi saat aku kehilangan semangat. Makasih banyak ya...

Oscar Yogi Yustiano. Bentangan jarak memang nggak pernah jadi halangan untuknya selalu memberikan kecerewetannya dengan pertanyaan "Gimana skripsinya?" over and over again. Bikin kuping panas. Bikin aku pengin nutup telepon saat itu juga. U made me pretty messed up back then. Kenapa? Karena kamu melakukannya setiap hari! Aaaargghh!! Kamu pun menuai hasil. Kamu harus rela kuacuhkan selama berminggu-minggu, kudamprat habis-habisan dan serangkaian perangai buruk lainnya yang muncul sebagai side effect proses pengerjaan skripsiku. Tapi, kesabaranmu memang patut diacungi jempol, delapan sekaligus (empat lainnya aku pinjem jempolnya temenku deh). Kamu memang manusia incredible. Maafkan aku yang selalu nesu nggak jelas, ngebentak-bentak kamu dan ngebuat kamu pusing mikirin gimana caranya ngadepin aku dengan kegilaanku...
Nggak akan pernah bisa terungkapkan dengan kata-kata seberapa banyak warna yang kamu berikan dalam hidupku. The colour of trust, confidence, passion, happiness, fear, hope, anger, love and so much more. I thank u for all of that. Aku nggak kepengin melepaskan semua itu. So, don't ever let me go! I miss u...

Secondly last. Priska Putri Respati. My other soul, my half-self. Suara yang selalu ada dalam otak kecilku. Tanpamu, tidak akan pernah ada aku. Kamulah yang membuat aku tetap terjaga dalam kewarasan. Kamulah yang membuat semua ini terwujud. Terima kasih atas semua mimpi yang kamu berikan. Mimpi yang nyaris kulupakan. Di detik-detik terakhir, kamu menyadarkan bahwa aku tidak lagi ingin kehilangannya. Kamu memberitahuku bahwa menyakitkan untuk kehilangan impian. Kamu kemudian menyadarkanku bahwa aku harus terus berusaha meraihnya. Bahwa tidak ada salahnya dengan berupaya lebih keras. Bahwa semua itu ada harga yang harus dibayar. Terima kasih sekali lagi. Atas perbincangan-perbincangan semu kita. Atas perdebatan-perdebatan yang tak berujung pangkal. Atas teriakan-teriakanmu yang mencaci kebodohanku. Atas ide-ide cemerlang yang kamu berikan. With u, I'm just trying to be the best I can. Thank u so much.


Last, but not least. Almighty GOD, Jesus Christ. The life artist. I have got to be honest, for past few months, I've lost U. But I guess, I have my own way to get to U. Just wait for me to get there, will U?
Meanwhile, I have a confession to make. I love every gifts U given me. My family, my friends, my Oscar and all the things I've experiencing. Basically, my life. Even though it's getting harder these days, it's still beautiful. Beside, it is what makes me who I am today, a stronger person. I shouldn't complain so much, am I? Well, can't fight it, it's in the blood.
Hehehe...
Anyway, I can't thank you enough. I believe, U have Ur hands in it. Look at all the people I've mentioned above. It's all because of U, am I rite? So, it's unavoidable I guess. Thank you. U are the truly love of my life. I love U, once and for all.




I am the master of my fate, I am the captain of my soul.
-William Ernest Henley-

3 comments:

Anonymous said...

You're Welcome.
Hari ini 30/08/06 aku baru bisa buka blogmu. Setelah seminggu yang lalu kamu memberitahukan alamatnya.
Sengaja aku meluangkan waktu khusus untuk membacanya, karena aku ga mau ada yang mengangu.
Sesaat setelah membaca blogmu, Aku mulai meraba satu sisi lain dari dirimu.
Ada pelajaran yang bisa diambil dari sekelumit halaman blogmu. Yakni, hidup.
Hidup yang tidak pernah lepas dari rasa kemarahan, kebencian, kesedihan dan ketidakpuasan serta kegembiraan.
Lontaran-lontaran dari halaman itu seakan-akan menunjukan gejolak perjalanan hidup yang tidak pernah ada habisnya. Lontaran itu memiliki kekuatan yang luar biasa dalam dirimu. Kendati itu bisa menjadi hal sangat melemahkanmu atau justru sebaliknya menjadi satu kekuatanmu.
Namun, dari semua itu kamu memang berjiwa besar dan penuh kelembutan.
Dan, aku juga adalah orang yang lemah laiknya kamu. Aku adalah manusia yang masih banyak belajar tentang perjalanan hidup.
Dan, hidup ini akan bermakna apabila kita bisa berbuat yang terbaik untuk sesama. Luv u so much. Semoga Tuhan Selalu Memberkati Kita. Amin

Oscar Yogi

Anonymous said...

Cuma mau kasih tahu....
Aswin sudah pernah lihat blog ini.
He..he..


Tadinya sih gak kepikiran mau ke sini. Tapi pas aku searching di Google dengan keyword "Aswin Suharsono" (-- narsis mode on --), eh ternyata ada website yang memuat namaku lho... Dan akhirnya sampailah aku di sini.
He...

Makasih semuanya.

Yah, tunggu beberapa bulan lagi. Namaku bakalan jadi Aswin Suharsono, ST.
Hua..ha..ha..

Anonymous said...

namaku ada disini .... gak nyangka ckckckck .. perasaan aku gak pernah berbuat apa2 untuk kamu. but anyway ... you're very welcome! and my home is always open. btw ... temenmu banyak banget ya! how lucky you are.

-mbakyu-mu yg di jakarta-