rss
email
twitter
facebook

Thursday, December 17, 2009

Being a Woman



Ada saat-saat dimana aku berharap dilahirkan sebagai seorang laki-laki. Salah satunya adalah saat ini. Only I know how much I hate being a woman at this time. Bukan bermaksud untuk menjadi bias gender, aku masih mengamini pendapat bahwa laki-laki dan perempuan hanya berbeda karena budaya, perbedaan perlakuan dan sebagainya. Bahwa jika kedua spesies tersebut diperlakukan secara sama, mereka bisa menjadi spesies yang sama pula.

Buuuuutt, kita juga tak bisa memungkiri bahwa dengan pengkondisian yang sudah mengakar dari jaman dahulu kala, perbedaan itu memang ada. Salah satunya adalah pola pikir. Dan ini yang paling aku sebalkan dari perempuan.

Kenapa sih kebanyakan perempuan tidak puas hanya dengan apa yang ada di depan kami? Kenapa sih kecemburuan selalu gampang menelusupi diri kami? Yang membuat kami sok detektif mencari-cari di tong sampah hal-hal yang sebenarnya tidak butuh kami ketahui? Yang kemudian bukannya membuat kami lega, malah membuat kami menerjunkan air mata?

Kenapa sih kami selalu terkungkung dengan pikiran-pikiran negatif kami? Ketidakpercayaan diri kami? Alasan-alasan yang salah untuk mempertanyakan sesuatu?

Kenapa kami tidak bisa menutup mata atas semua kegelisahan-kegelisahan kami yang tidak penting? Kenapa kami tidak bisa menekan kegelisahan itu berubah menjadi racun yang mampu membuat kami gila?

Kenapa oh kenapa?

Kusangka dalam beberapa hal aku tidak seperti perempuan kebanyakan yang menye-menye, yang tidak independen dan cengeng itu. Tapi ternyata aku salah. Sial. Menyakitkan mengetahui kebenaran.

Ah, aku benar-benar berharap di saat seperti ini aku adalah seorang laki-laki yang bisa seenaknya lenggang kangkung dengan otaknya yang tidak bercabang. Tanpa kegelisahan. Yang ada hanya logika. Bukan perasaan tidak penting.

*sigh*

Picture taken from here

1 comment:

Me with My Simple Heart said...

so.... Men is not a Men without "SEX" ...... isn't right?????????????? LOL :p