
Apa yang bisa kaulihat dari kedua bola matamu tentang dirimu sendiri? Tangan, dada, kaki, dan beberapa organ lain yang bisa dengan mudah kau jangkau sejauh matamu memandang. Namun, bisakah kamu melihat punggung, wajah, hidung, alis, pipi, gigi, dan matamu sendiri? Aku rasa tidak. Untuk melihat semua yang tak bisa dijangkau oleh penglihatanmu itu, kamu membutuhkan cermin.
Aku rasa, hal yang sama berlaku dengan kedalaman dirimu. Untuk melihat dan memahami siapa dirimu, kamu membutuhkan cermin, dalam hal ini orang lain. Orang yang cukup dekat denganmu, orang yang kaubiarkan membuka lembar demi lembar kedalaman dirimu untuk bisa memberikan feedback tentang bagaimana dirimu.
Beberapa waktu yang lalu, aku membaca ulasan hasil psikogram yang kudapatkan secara sembunyi-sembunyi dari kantor. Dalam lembaran itu, ada satu pernyataan yang mengatakan bahwasanya aku adalah pribadi yang tertutup. Berulang kali aku membaca tulisan itu, dan berulang kali pula aku tidak mendapati kata itu berubah.
What? Aku? Tertutup? Nggak salah nih?
Setahuku, aku adalah orang yang cukup terbuka, yang bisa dengan gampang dekat dengan orang lain, hahahihi dengan orang baru, bahkan menceritakan hal-hal memalukan tentang diriku kepada orang lain. Which part of that u called tertutup? Are they out of their mind?
Tapi…aku jadi teringat kata-kata yang pernah dilontarkan seseorang padaku. Ya, ia juga pernah mengatakan bahwa aku tertutup, yang langsung aku sangkal saat itu. Ia bilang bahwa aku hanya "sok" terbuka. Aku menceritakan tentang kejadian-kejadian yang terjadi pada diriku, tapi tidak perasaanku. "Itu dua hal yang berbeda, Put," katanya. Kejadian, bukan perasaan... I think about that now......namun dibalik kekurangannya tersebut ia mampu mengemas ketidakpeduliannya tersebut dengan gaya komunikasi yang lancar. Sehingga pihak lain tidak merasa bahwa ia adalah individu yang tertutup tersebut, dan nyaman berinteraksi dengannya."
Lho, kok mirip dengan apa yang dikatakan oleh seseorang itu? Jangan-jangan aku emang bener tertutup? Lalu, persepsi diri yang kumiliki tentang diriku ternyata salah dong? Apa yang kulakukan, apa yang kukira orang persepsi tentang diriku, ternyata salah? Berarti selama ini aku salah berstrategi hidup dong? If it's true, then, D**n!
Namun, aku jadi mengerti bahwa cermin adalah sebuah barang yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Tidak hanya cermin yang memantulkan bayangan dirimu, namun juga cermin hidup yang dapat memberitahumu dengan tepat, seperti apa dirimu. Dengan demikian, kamu mengerti dan paham benar siapa dirimu dan seperti apa kamu di mata orang lain. Dampaknya adalah, kamu bisa menyusun strategi yang lebih jitu dalam menjalani hidup, dalam berhadapan dengan orang lain.
Satu lagi. Jangan pernah anggap remeh setiap pantulan cermin terhadap dirimu. Jangan bersembunyi di balik pakaian berlabel "denial". Believe me, it won't do you any good. Terimalah dengan lapang dada apapun yang diperlihatkan sang cermin. Apakah kamu sudah mulai kegendutan, atau terlalu kurus, atau bahkan bahwa kamu adalah seorang pribadi "tertutup". Hahhahahha…
Hai kawan, sudahkah kamu bercermin hari ini?






3 comments:
Hmmm...
Ketauan ya, curi2 hasil tes... >:)
Gue juga surprised kl tnyata lu dinilai tertutup oeh tes itu lho...
Gue rasa lu sangat open-minded. Lu bahkan mau cerita soal intrik2 lu dengan pasangan...
Lu salah liat kertas kali'... >:)
nah, lagi2 lo nggak membaca dengan cermat. kejadian, bukan perasaan....
Wah, berarti gue memiliki perspektif yg sedikit berbeda dengan lu... >:)
Post a Comment