rss
email
twitter
facebook

Monday, August 04, 2008

Get Some Ethics Lesson, People!!

Aku baru menyadari betapa buruk habit sebagian besar manusia di Jakarta ini. Mungkin juga sebagian besar penghuni Indonesia. Call me judging, I don't even care. Tidak tahu etika, tidak memiliki tenggang rasa dan juga tidak peduli pada orang lain. My problem is your problem. Hell yeah!

Kadang aku nggak paham, apakah waktu kecil dulu orang tua mereka terlalu sibuk bercinta sampai-sampai nggak sempat mengajarkan etika sopan santun kepada mereka? Atau, saat pelajaran PPKN (tauk deh ini masih ada nggak di kurikulum SD sekarang) mereka emang kebanyakan bolos di kantin belakang sekolah? I have no idea.

Masak sih, untuk mengerti tata tertib bahwa untuk naek busway itu harus mendahulukan yang berada di dalam untuk keluar dahulu, baru mereka bisa masuk, saja nggak mampu? Bukankah kalau membiarkan yang ada di dalam untuk keluar akan menyisakan tempat yang cukup untuk mereka lebih nyaman berada di dalam? Emangnya mereka main bentur-benturan kepala dulu saat menunggu busway datang, sampai-sampai otak mereka tidak lagi bisa digunakan? It's a one simple logic, you know. But they can't even think about it. I am ashamed to be one of Indonesians.

Dan, orang macam apa yang nggak mengerti kata "Sudah penuh!" dan tetep aja menjejalkan badannya ke dalam busway yang sudah penuh sesak dengan cecurut-cecurut berjuluk manusia, hanya berbasis alas an "Sudah lama nunggu, deket kok". That is your problem, you stupid dickhead! Do I need to get you to a doctor to take a look at your lazy eyes, that there is not enough space on the boat and u are pressing my breast hard enough with you standing there?!! You fucking asshole!!

Oh guys, come on, please. You can always take another alternative to your problems. Instead of giving problems to others, you can take metromini, kopaja, or taxi if your destination is close, like you mention. Ojek might work as well. I’m not saying that you can not take busway, but when the officer said that it no more space at the transportation facilities, you have got to listen. When they said to let the inside to come out, you better do the exact thing he/she said. Not doing the opposite and caused problems to others.

Jadilah seorang manusia yang katanya memiliki otak, perasaan dan akal budi, yang membedakannya dari binatang. Bukannya hanya menyandang predikat manusia, tapi tingkah laku tidak ubahnya Bingo (my dog who passed away years ago). Come on... For your own sake's, get some ethics lesson...


*my beloved bed, 3 August 2008 21: 43*

6 comments:

Dian Ara said...
This comment has been removed by the author.
Dian Ara said...

kalau yang memaksa masuk itu bertelanjang dada, sekadar pakai kolor, dan bernama kaka... masihkah kau sanggup mencaci-maki seperti ini, sayangku?

*kabur sebelum digetok palu 1 ton*

pOe said...

siapa tuh kaka? *mukabegoswitchON*
orang gila?

Anonymous said...

hahaha...
ancene bener, uancokan kabeh wong kene. Opo maneh transportasine...Others reference public transportation Jakarta click here

Anonymous said...

bener tuh
saking ga tertibnya, orang indonesia suka menghalalkan berbagai macam cara buat mencapai tujuannya
kemaren aja temenku ga dapet tiket, padahal dia ud nyari hampir seminggu sebelumnya. tiketnya abis diborong calo.
mungkin kalo para calo itu ga ikut berebut jatah tiket penumpang sejati, temenku tetep ga dapet tiket. loh kok?
hehehe..........
ga nyambung mode = on

Bobby RW said...

Jeng, Kaka itu pemain bola yang sangat ganteng, sayang...
Lu cewe bukan sih?