rss
email
twitter
facebook

Wednesday, December 19, 2007

Inevitability Of Change


_The most constant thing in life is CHANGE_



Yep. Setiap hari, setiap jam, setiap menit, bahkan setiap mili detik, seseorang mengalami perubahan dalam hidupnya. Think about it, setiap hitungan waktu yang berjalan pasti akan menambahkan satu detik pengalaman kepada setiap individu. Seringkali pengalaman tersebut hanya berupa pembicaraan di telepon, ataupun mimpi dalam sebuah tidur lelap. Namun, jangan remehkan setiap kejadian kecil yang terjadi dalam hidup seseorang. Tentunya kamu paham benar kan dengan jargon "Sedikit-sedikit, lama-lama menjadi bukit"? Hal yang menggesek kita sekecil apapun, jika dilakukan secara terus-menerus, pastinya akan mampu membuahkan hasil.

Dan ketika hal itu mulai terjadi, cara seseorang menyikapi masalah perlahan-lahan akan berubah. Lama kelamaan, cara pandangnya akan kehidupan pun akan mulai bergeser. Prioritas-prioritas yang dahulu berada di urutan teratas sedikit demi sedikit lengser dan berganti dengan prioritas yang baru. Maka, ketika si tertuduh ini suatu ketika bertemu dengan seorang kawan yang sudah dalam hitungan tahun tidak bertemu dengannya, dengan gampang term "kamu berubah ya" meluncur.

Padahal, aku tidak melihat ada yang salah dengan perubahan. There is nothing wrong with being changed. It's part of life, dude! U cannot expect someone to be the same as they were, say, 5 years ago. You just can't. Life goes on, and change is part of what u called living a life. It's a natural process which you cannot stop from happening.




Permasalahan yang kemudian muncul di permukaan adalah, bisakah seseorang menerima perubahan orang lain? Dalam permasalahan hubungan antara laki-laki dan perempuan misalnya. Sering sekali aku melihat seseorang merasa kecewa hanya karena ia merasa sang kekasih telah berubah dan tidak lagi seperti dahulu. Well, so what? Jika kamu menghendaki sesuatu yang konstan, menikah saja sana dengan mayat yang sudah dibalsam. Kujamin, mereka tidak akan pernah berubah.

Dan hey, tidakkah pernah terbersit dalam pikiranmu bahwa kamu juga berubah? Jika saja semua orang menuntut orang yang sama untuk berada dalam perkawinan mereka, semua pernikahan akan berakhir dalam perceraian dong? How sad... Nah loh, terus gimana dong solusinya?

Let's try this simple thing : berusahalan untuk menerima perubahan itu. Cobalah untuk memahami hukum sebab dan akibat dari perubahan seseorang. Dengan demikian, aku yakin, kekecewaanmu akan banyak berkurang.

Bagaimana? Will u do that for the sake of human race?

_U will never walk in the same river, twice_

2 comments:

Jetaime said...

The most constant thing in life is CHANGE. Yup, that's right.. It doesn't matter how much you want to resist change, everything around you will be changing indeed. If you are not following the change and adapt, only one thing await. Extinct!

Huhuhu, gaya amat aku ya, kayak udah tua aja ^___^ tapi memang itulah hidup.. Eh poe, add aku di blogroll yah :)

Anonymous said...

kamu emang jauh berubah...
dari pertama kali kita ketemu waktu zaman kuliah...
u are totally change...
sometimes I don't understand the reason why u change...
pertemuan di blok M waktu itu sedikit menyadarkanku... Bahwa aku pada awalnya agak bingung dan sukar menerima iya. Tapi, aku memahaminya sebagai hal yang lumrah terjadi pada setiap orang. Perubahan tentu saja tak terelakkan. Aku menghargai setiap keputusan dan arah perubahanmu sepanjang hal itu baik bagimu dan tidak merugikan orang lain. But please, keep fighting just like u always to be... I love u pal, love u so... ^_^

nun